Sabtu, 24 Oktober 2015

Tujuan dan Tugas Bank Indonesia

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
    Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki dana (surplus unit) dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (deficit unit) serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar aliran lalu lintas pembayaran. Di samping itu, bank juga sebagai suatu industri yang dalam kegiatan usahanya mengandalkan kepercayaan masyarakat sehingga mestinya tingkat kesehatan bank perlu dipelihara. Kestabilan lembaga perbankan sangat dibutuhkan dalam perekonomian suatu negara. Kestabilan ini tidak saja dilihat dari jumlah uang yang beredar, namun juga dilihat dari jumlah bank yang ada sebagai perangkat penyelenggaraan keuangan.
  
Ditinjau dari segi fungsinya, salah satu jenis perbankan yang paling utama dan paling penting adalah bank sentral. Bank sentral di tiap Negara hanya ada satu dan mempunyai cabang hampir di setiap provinsi. Fungsi utama Bank Sentral adalah mengatur masalah-masalah yang berhubungan dengan keuangan disuatu Negara secara luas, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Di Indonesia tugas Bank Sentral dipegang oleh Bank Indonesia (BI).

Peranan Bank Indonesia sebagai bank sentral atau sering juga disebut bank to bank dalam pembangunan memang penting dan sangat dibutuhkan keberadaannya. Hal ini disebabkan bahwa pembangunan disektor apa pun selalu membutuhkan dana dan dana ini diperoleh dari sector lembaga keuangan termasuk bank. Bank Indonesia juga mengurus dana yang dihimpun dari masyarakat agar disalurkan kembali kemasyarakat benar-benar efektif pembangunannya sesuai dengan tujuan pembangunan.

Peranan lain dari bank Indonesia adalah dalam hal menyalurkan uang terutama uang kartal (kertas dan logam) di mana bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk menyalurkan uang kartal. kemudian mengendalikan jumlah uang yang beredardan suku bungan dengan maksud untuk menjaga kestabilan nilai rupiah. Disamping itu, hubungan bank Indonesia dengan pemerintah adalah sebagai pemegang kas pemerintah. begitu pula hubungan keuangan dengan dunia internasional juga ditangani oleh Bank Indonesia seperti menerima pinjaman luar negeri.  

Setiap Negara pasti mempunyai sebuah instansi yang disebut Bank Sentral, yaitu bank yang mengatur kebijakan moneter di suatu Negara untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.

Tidak semua Bank Sentral yang ada sekarang ini dari semenjak didirikan telah merupakan Bank Sentral. Di Inggris dan Swedia misalnya: Bank Sentral yang sekarang ini pada mulanya adalah bank umum. Di Swedia bank yang sekarang ini menjadi Bank Sentral didirikan pada tahun 1660, tetapi baru pada tahun 1897 bank tersebut ber­tindak sebagai Bank Sentral. Bank of England, yaitu Bank Sentral di Inggris didirikan pada tahun 1694 tetapi fungsinya sebagai Bank Sentral baru mulai dijalankan sejak tahun 1884. Di Amerika Serikat Bank Sentralnya dinamakan Federal Reserve System, dan badan tersebut didirikan pada tahun 1913. Di negara-negara berkembang, ter­masuk di negara kita, Bank Sentral didirikan semenjak mereka mencapai kemerdekaan, yaitu pada tahun-tahun sesudah Perang Dunia Kedua. Bank Sentral di negara kita adalah Bank Indonesia.

Sebagai Bank Independen, Bank Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting bagi kestabilan perekonomian Indonesia maka Bank Indonesia mempunyai peran dan tugasnya sendiri dalam mencapai tujuan dan bertanggung jawab dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi yang terjadi.

1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja tujuan Bank Indonesia ?
2.      Apa saja tugas Bank Indonesia ?
3.      Bagaimana kebijakan nilai tukar ?
4.      Apa saja masalah yang sering dihadapi oleh Bank Indonesia ?
5.      Bagaimana strategi Bank Indonesia dalam mengatasi masalah tersebut ?

1.3 TUJUAN

1.      Untuk mengetahui apa saja tujuan dari Bank Indonesia
2.      Untuk mengetahui apa saja tugas Bank Indonesia
3.      Untuk mengetahui bagaimana kebijakan nilai tukar dalam Bank Indonesia
4.      Untuk mengetahui permasalahan apa saja yang sering dihadapi Bank Indonesia
5.      Untuk mengetahui bagaimana strategi Bank Indonesia dalam menghadapi permasalahan tersebut




1.3  MANFAAT
1.      Dapat mengetahui apa tujuan bank Indonesia dan tugas-tugas bank Indonesia.
2.      Dapat mengetahui kebijakan nilai tukar yang ada di bank Indonesia.
3.      Mengetahui masalah-masalah yang sering dihadapi bank Indonesia, apa yang menyebabkan, apa dampaknya bagi perekonomian Indonesia serta bagaimana solusinya untuk menghadapinya.









BAB II
PEMBAHASAN
BANK INDONESIA

A.    TUJUAN DAN TUGAS BANK INDONESIA
Dalam Undang-undang No.23 Tahun 1999, secara tegas dinyatakan dalam pasal 7 bahwa tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan rupiah yang merupakan single objektif bank Indonesia. Kestabilan yang di maksud adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa yang tercermin dari perkembangan laju inflasi serta kestabilan terhadap mata uang negara lain yang tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap negara lain.[1]
Perumusan tujuan bank Indonesia dalam bentuk single objektive ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang akan di capai dalam batasan tanggung jawab yang harus dipikul oleh bank Indonesia. Instrumen yang digunakan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah tersebut bisa disebut dengan tugas dari Bank Indonesia sebagai bank sentral.Dalam mencapai tujuan bank Indonesia tersebut diatas, maka bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut:[2]


1.      Tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

Dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter bank Indonesia berwenang:

a.      Menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan laju inflasi yang di tetapkan.

b.      Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termausk tetapi tidak terbatas pada:

    1.      Operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing.
    2.      Penetapan tingkat diskonto.
    3.      Penetapan cadangan wajib umum.
    4.      Pengaturan kredit atau pembiayaan.

Cara-cara pengendalian moneter tersebut dapat dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah, sedangkan pelaksanaan butir-butir diatas di tetapkan dengan peraturan bank Indonesia.

c.       Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah untuk jangka waktu paling lama 90 hari kepada bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek bank yang bersngkutan.  Berdasarkan prinsip syariah tersebut wajib dijamin oleh bank penerimaan dengan agunan yang berkualitas tinggi dan mudah di cairkan yang nialinya minimal  sebesar jumlah kredit atau pembiayaan yang di terimanya.

d.      Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkka sistem nilai tukar yang di tetapkan.

e.      Mengelola cadangan devisa, dalam pengolahan cadangan devisa bank Indonesia melaksanakan berbagai jenis transaksi devisa dan dapat menerima pinjaman luar negeri.

f.        Mengadakan survei secara berkala atau sewaktu-waktu di perlukan yang dapat bersifat makro atau mikro untuk mendukung pelaksanaan tugasnya.

Pelaksanaan survei dilakukan oleh pihak lain berdasarkan penugasan bank Indonesia. Dalam penyelenggaraan survei, setiap badan wajib memberikan keterangan dan data yang di perlukan oleh bank Indonesia. Bank Indonesia atau pihak lain yang terkait dengan survei itu wajib merahasiakan sumber dan data yang di perlukan oleh bank Indonesia. Bank Indonesia atau pihak lain yang terkait dengan survei itu wajib merahasiakan sumber dan data individual kecuali UU secara tegas menyatakan lain.

2.      Tugas mengatur dan menjaga sistem pembayaran.
Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, bank Indonesia berwenang.[3]

a.       Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran.

b.      Menetapkan penggunaan alat pembayaran.

c.       Mewajibkan penyelenggaraan jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya.

d.      Mengatur sistem kliring antar bank dalam mata uang rupiah dan atau valuta asing. Penyelenggaraan kliring antar bank dalam mata uang rupiah dan atau valuta asing dilakukan oleh bank Indonesia atau pihak lain dengan persetujuan bank Indonesia.

e.       Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bank dalam mata uang rupiah atau valuta asing. Penyelenggaraan kegiatan tersebut dilakukan oleh pihak lain dengan persetujuan bank Indonesia.

f.       Menetapkan macam, harga, ciri uang yang akan di keluarkan, bahan yang digunakan, dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah.

g.      Sebagai satu-satunya lembaga yang mengeluarkan dan mengedarkan uang serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang yang dimaksud dari peredaran. Bank Indonesia dapat mencabut dan menarik uang rupiah dari peredaran dan menggantinya dengan nilai yang sama. Uang yang belum di tukarkan , nilai uang tersebut di perhitungkan sebagai penerimaan tahun anggaran berjalan. Uang yang di tukarkan sesudah berakhirnya jangka waktu tersebut di perhitungkan sebagai pengeluaran tahun anggaran berjalan. Hak untuk menuntut penukaran uang yang sudah di cabut, tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan.

3.      Tugas mengatur dan mengawasi bank
Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur dan mengawasi bank, bank Indonesia:
a.       Menetapkan peraturan perbankan termasuk ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian.

b.      Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank, termasuk memberikan dan mencabut izin usaha bank, memberikan izin pembukaan, penutupan, dan pemindahan kantor suatu bank, memberikan persetujuan atas kepemilikan dan pengurusan bank, memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan usaha tertentu.

c.       Melaksanakan pengawasan bank baik secara langsung atau tidak langsung.
Pelaksanaan pengawasan dilakukan antara lain dengan :
-          Mewajibkan bank untuk menyampaikan laporan, keterangan, dana penjelasan sesuai dengan tata cara yang di tetapkan oleh bank Indonesia.
-          Melakukan pemeriksaan terhadap bank, baik secara berkala atau setiap waktu apabila di perlukan.

d.      Menugasi pihak lain untuk dan atas nama bank Indonesia melaksanakan pemeriksaan. Pihak lain yang melaksanakan pemeriksaan wajib merahasiakan keterangan yang di peroleh dalam pemeriksaan.

e.       Memerintahkan bank untuk menghentikan sementara sebagian atau seluruh kegiatan transaksi tertentu apabila menurut penilaian bank Indonesia terhadap suatu transaksi patut di duga merupakan tindak pidana di bidang perbankan.

f.       Melakukan tindakan sebagaimana diatur dalam UU tentang perbankan yang berlaku dalam keadaan hal suatu bank menurut penilain bank Indonesia membahayakan kelangsungan usaha bank yang bersangkutan dan atau membahayakan sistem perbankan dan perekonomian nasional.

g.      Tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawas sektor jasa keuangan yang independen dan di bentuk dengan undang-undang.

h.      Mengatur dan mengembangkan sistem informasi antar bank. Sistem informasi dapat dilakukan sendiri oleh BI dan atau pihak lain atas persetujuan BI.

i.        Mengenakan sanksi terhadap bank yang sesuai dengan ketentun perundang-undangan.

Di samping tugas-tugas tersebut, bank Indonesia juga mempunyai tanggung jawab dan kegiatan lain dalam kaitannya dengan pemerintah, hubungan internasional, akuntabilitas dan anggaran.
Selain yang diatur dalam undang-undang No. 23 tahun 1999 pasal 7 diatas, tugas pokok bank Indonesia diatur juga dalam UU No. 13 Tahun 1968 dalam bab IV. Tugas-tugas pokok tersebut adalah sebagai berikut:[4]

1.      Mengatur, menjaga dan memelihara nilai tukar rupiah.

2.      Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja, guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

Sedangkan bab V mengatur rincian tugas Bnak Indonesia di bidang peredaran uan, Perbankan dan Perkreditan hubungan keuangan dengan pemerintah dan pengerahan-pengerahan dana.[5]


a.       Peredaran uang
Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang kertas dan uang logam. Jenis, nlai dan ciri-ciri uang yang akan di keluarkan oleh bank Indonesia di bebaskan dari bea materai.

b.      Perbankan dan perkreditan
Dalam rangka tugas bank tersebut bank sebagai pembina dan pengawas perbankan bertugas memajukan perkembangan perbankan dan perkreditan yang sehat serta menjaga kepentingan masyarakat yang mempercayakan uangnya kepada bank sebagai perusahaan diselenggarakan berdasarkan asas-asas ekonomi yang sehat dan wajar. Bank juga mengadakan pengawasan terhadap urusan kredit.

c.       Hubungan keuangan dengan pemerintahan
Bank Indonesia bertindak sebagai pemegang kas pemerintah, bertugas membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pemindahan uang untuk pemerintahan diantara kantor-kantornya di seluruh wilayah Republik Indonesia. Bank Indonesia juga membantu pemerintahan dalam penempatan surat-surat hutan negara, penatausahaan serta pembayaran kupon dan pelunsannya.

d.      Pengerahan dana
Dalam hal ini bank Indonesia mendorong pengerahan dana-dana masyarakat oleh perbankan untuk tujuan usaha pembangunan yang produktif dan berencana. Dalam menjalankan usahanya terrsebut bank wajib beruudaha menciptakan suatu iklim yang sebaik-baiknya untuk dapat endorong masyarakat menyimpan dana-dananya ke dalam perbankan atau menjalankan kegiatan usahanya dengan memergunakan jasa-jasa perbankan.

e.       Hubungan internasional
Pelaksanaan tugas bank Indonesia di bidang hubungan Internasional ialah menyusun rencana devisa yang mencerminkan pelaksanaan ekonomi nnasional dan memperlancar usaha pembangunan dengan memperhatikan posisi likuiditas dan solvabilitas internasional untuk di ajukan kepada pemerintah, melalui dewan moneter.

Untuk menjaga posisi likuiditas dan solvabiltas internasional maka, bank dapat menguasai, dan menyelenggarakan tata usaha cadangan emas dan devisa milik negara. Sedangkan pemerintah menetapkan syarat-syarat pembayaran berkenaan dengann perjanjian-perjanjian pinjaman yang melibatkan kewajiban pembayaran atas bebas cadangan emas dan devisa negara, walaupun dalam batas-batas yang telah di tetapkan dalam rencana devisa dengan memperhatikan pertimbangan bank Indonesia.

B.     KEBIJAKAN NILAI TUKAR
Seperti yang telah ditegaskan dalam UU No. 13 Tahun 1968 dalam bab IV bahwa mengatur, menjaga dan memelihara nilai merupakan salah satu tugas Bank Indonesia atau yang sering kita sebut Bank Sentral. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya tersebut, Bank Indonesia membentuk sebuah kebijakan untuk menangani masalah nilai tukar. Kebijakan ini biasanya tergabung dalam kebijakan moneter.

Nilai tukar yang lazim disebut Kurs, mempunyai peranan penting dalam rangka tercapainya stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi. Nilai tukar yang stabil diperlukan untuk tercpainya iklim yang kondusif bagi peningkatan kegiatan dunia usaha.
Sejak periode 1970 hingga sekarang, sistem nilai tukar yang berlaku di Indonesia telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali, yaitu Sistem Nilai Tukar Tetap, Sistem Nilai tukar Mengambang Terkendali, dan terakhir Sistem Nilai tukar Mengambang Bebas.

1. Sistem Nilai Tukar Tetap
Sistem nilai tukar tetap ( fixed exchange rate ) dimana lembaga otoritas moneter menetapkan tingkat nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang negara lain pada tingkat tertentu, tanpa memperhatikan penawaran ataupun permintaan terhadap valuta asing yang terjadi. Bila terjadi kekurangan atau kelebihan penawaran atau permintaan lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah, maka dalam hal ini akan mengambil tindakan untuk membawa tingkat nilai tukar ke arah yang telah ditetapkan. Tindakan yang diambil oleh otoritas moneter bisa berupa pembelian ataupun penjualan valuta asing, bila tindakan ini tidak mampu mengatasinya, maka akan dilakukan penjatahan valuta asing

2. Sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali
Nilai tukar mengambang terkendali, dimana pemerintah mempengaruhi tingkat nilai tukar melalui permintaan dan penawaran valuta asing, biasanya sistem ini diterapkan untuk menjaga stabilitas moneter dan neraca pembayaran.

Sistem nilai tukar mengambang terkendali di Indonesia ditetapkan bersamaan dengan kebijakan devaluasi Rupiah pada tahun 1978 sebesar 33 %. Pada sistem ini nilai tukar Rupiah diambangkan terhadap sekeranjang mata uang (basket currencies) negara-negara mitra dagang utama Indonesia. Dengan sistem tersebut, Bank Indonesia menetapkan kurs indikasi dan membiarkan kurs bergerak di pasar dengan spread tertentu. Untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah, maka Bank Indonesia melakukan intervensi bila kurs bergejolak melebihi batas atas atau batas bawah spread

3. Sistem Nilai Tukar Mengambang Bebas
Nilai tukar mengambang bebas, dimana pemerintah tidak mencampuri tingkat nilai tukar sama sekali sehingga nilai tukar diserahkan pada permintaan dan penawaran valuta asing. Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk mencapai penyesuaian yang lebih berkesinambungan pada posisi keseimbangan eksternal (external equilibrium position). Tetapi kemudian timbul indikasi bahwa beberapa persoalan akibat dari kurs yang fluktuatif akan timbul, terutama karena karakteristik ekonomi dan struktur kelembagaan pada negara berkembang masih sederhana. Dalam sistem nilai tukar mengambang bebas ini diperlukan sistem perekonomian yang sudah mapan.

C.     MASALAH – MASALAH YANG SERING DIHADAPI BANK INDONESIA

1.      Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika
Saat ini, ekonomi Indonesia sedang di uji. Nilai tukar rupiah melemah hingga mencapai Rp12.918,00/13.048,00. Namun tidak hanya berhenti disini, nilai rupiah bisa makin melemah. Hal ini dapat dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adalah tidak seimbangnya neraca perdagangan Indonesia. Saat ini, pemerintah lebih banyak melakukan impor bahan pangan. Padahal Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang kaya akan hasil buminya. Namun, Indonesia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar tentu saja akan memperburuk kondisi perekonomian kita.
Menurut kami, ada beberapa penyebab dari melemahnya nilai tukar rupiah, antara lain :

a.       Dana keluar dan masuk
Di sini berlaku hukum ekonomi paling dasar, yaitu hukum permintaan dan penawaran. Apabila terjadi permintaan yang makin banyak untuk penawaran yang sama, maka harga barang tersebut akan semakin mahal. Sama hal nya dengan mata uang.

b.      Keadaan ekonomi makro
Beberapa hal seperti keadaan neraca negara, kebijakan Bank Sentral (suku bunga, jaminan deposito dan lain sebagainya), kebutuhan belanja pemerintah, naik/turun PDB (Produk Domestik Bruto) juga dapat mempengaruhi mata uang secara signifikan.

c.       Keadaan politik
Seperti lumrahnya manusia, investor asing maupun dalam negeri ingin menanamkan modal nya di negeri yang stabil dan dapat diprediksi. Apabila terdapat potensi destabilitas, seperti pada pemilu presiden tahun 2014 ini, investor akan cenderung waswas dalam menanamkan modal nya. Yang akan berdampak pada kurang nya permintaan terhadap mata uang lokal. Yang menyebabkan anjlok nya nilai Rupiah.

d.      Keputusan Pemerintah   
Lahir nya undang-undang yang mendukung atau mengecilkan prospek industri besar juga dapat mempengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Contoh: undang-undang smelter, harga BBM, dan sebagainya.[6]

Dampak yang di timbulkan dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika, menurut kami adalah pertumbuhan ekonomi terhambat. Akibat adanya melemahnya nilai tukar rupiah ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan menjadi terganggu, banyak pembangunan fasilitas yang akan terbengkalai dan terhambat prosesnya.

Kedua, masyarakat kecil menjadi semakin sulit. Masyarakat yang berpenghasilan rendah pastinya akan merasakan dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah ini, harga kebutuhan pokok menjadi tinggi, namun hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan mereka.

Ketiga, akibat depresiasi nilai tukar yang tajam membuat utang luar negeri perusahaan menjadi berlipat-lipat (dalam mata rupiah) dalam waktu singkat dan memperburuk neraca keuangan dari perusahaan di dalam negeri.

Itu adalah sebagian kecil dampak yang ditimbulkan akibat melemahnya nilai tukar rupiah, masih banyak dampak yang akan membuat Indonesia semakin terpuruk dengan kondisi perekonomian yang seperti ini. Pemerintah sebaiknya dapat mengambil langkah yang tepat dengan memilah mana kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar saat ini makin meningkat. Hal inilah yang menjadikan banyak pelaku bisnis merasa gerah dengan hal tersebut. Ini menyebabkan harga dari berbagai macam produk dan jasa menjadi naik secara signifikan. Jika hal ini terus dibiarkan, sudah barang tentu akan ada banyak sekali masalah ekonomi yang timbul di masa depan nantinya.

Dengan kondisi ekonomi yang tak menentu seperti saat ini, membuat bangsa makin terhimpit, terutama rakyat miskin. Sehingga bank Indonesia dan pemerintah perlu didesak agar segera  mengambil tindakan cepat dan tepat untuk mengatasi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS.

Ada sebuah cara untuk mengatasi masalah ini yang harus melibatkan pemerintah langsung. Cara ini pemerintah harus terjun sendiri untuk mengatasinya. Yaitu, mengurangi impor terutama impor pangan yang berlebihan dan menambah sektor ekspor ke Luar Negeri. Dengan cara ini, maka deficit transaksi berjalan atau yang disebut current account deficit akan berkurang. Dengan berkurangnya current account deficit atau deficit transaksi berjalan maka nilai tukar rupiah Akan naik kembali.

Cara lainya dapat diatasi langsung oleh bank Indonesia. Dengan cara menambah suku bunga bank. Dengan menaikan suku bunga bank maka akan semakin banyak orang yang menabung ke Bank. Dengan begitu, bank sentral akan dengan mudah mengendalikan uang yang beredar di masyarakat.
Selain untuk mengendalikan uang yang beredar di masyarakat, dengan menaikan suku bunga  maka para investor akan tertarik untuk menginvestasikan modalnya. Dengan semakin banyak orang yang investasi maka akan semakin banyak permintaan terhadap rupiah. Dengan semakain banyaknya permintaan terhadap rupiah maka nilai tukar rupiah akan semakin naik juga.

Dan yang terakhir, memaksimalkan para pelaku industri kecil. Mereka adalah asset bagi perekonomian Indonesia, namun karena kurangnya perhatian dari pemerintah mereka menjadi tidak berdaya menghadapi kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Banyak yang bangkrut. Pemerintah seharusnya dapat membantu dengan memberikan pinjaman kepada mereka agar usahanya dapat terus berjalan dan berkembang baik.










BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
suatu bank memiliki tujuan dan tugas masing-masing. Begitu juga dengan bank Indonesia yang berperan sebagai bank sentral. Tujuan bank indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan rupiah yang merupakan single objektif bank Indonesia. Sedangkan tugasnya yang merupakan intrumen dari tujuanya adalah sebagai berikut:
a.       Tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
b.      Tugas mengatur dan menjaga sistem pembayaran.
c.       Mengatur, menjaga dan memelihara nilai tukar rupiah.
d.      Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja, guna meningkatkan taraf hidup rakyat.
Sejak periode 1970 hingga sekarang, sistem nilai tukar yang berlaku di Indonesia telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali, yaitu Sistem Nilai Tukar Tetap, Sistem Nilai tukar Mengambang Terkendali, dan terakhir Sistem Nilai tukar Mengambang Bebas.
1. Sistem Nilai Tukar Tetap.
2. Sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali.
3. Sistem Nilai Tukar Mengambang Bebas.
Banyak masalah yang sering di hadapi oleh bank Indonesia dia antaranya: melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika. Masalah ini sering dialami oleh bank Indonesia. Nilai tukar setiap tahunya mengalami kenaikan yang mengakibatkan bank Indonesia susah untuk mengendalikanya.
Ada beberapa sebab yang menyebabkan nilai tukar melemah yaitu:
a.       Dana keluar dan masuk.
b.      Keadaan ekonomi makro.
c.       Keadaan politik.
d.      Keputusan Pemerintah.          
Untuk mengatasinya ada beberapa cara yaitu:
a.       Mengurangi impor terutama impor pangan.
b.      Menaikan suku bunga bank.
c.       Memaksimalkan kerja pelaku industry kecil.

DAFTAR PUSTAKA

Fandiya, friyanto dkk. 2004. Lembaga Keuangan.  Jakarta : PT. Rineka Cipta
www.hargen.co.id/news/2014/07/penyebab-fluktuasi-nilai-rupiah-terhadap-mata-uang-asing.
http://kompas.com/kompas-cetak/0710/22/ekonomi/3934895.htm





[1] friyanto Fandiya, elly Shanti omposumbu, dan Achmad abror, Lembaga Keuangan, Jakarta,  2004 hal 22
[2] Ibid
[3] Ibid hal 23
[4] Ibid hal. 18
[5] Ibid hal. 18
[6] www.hargen.co.id/news/2014/07/penyebab-fluktuasi-nilai-rupiah-terhadap-mata-uang-asing

Kamis, 22 Oktober 2015

Siapa Aku? - NOVEL

BAB 1   klik disini

BAB 2   klik disini

BAB 3   klik disini

bab 4 dst belum gue tulis yaa, banyak tugas kuliah numpuk.
Selamat membaca

Siapa Aku? - BAB 3 (Novel)

Raja memerintahkan seluruh prajurit untuk memeriksa seluruh penduduk BE terutama yang terlihat mencurigakan tanpa terkecuali. Wajahnya menunjukkan kekhawatiran luar biasa namun tetap berusaha setenang mungkin.

“Ayah, apa yang harus kita lakukan?” Arnove berbisik pada ayahnya agar tak ada yang mendengar, “apakah kita harus menangkap kemudian membunuhnya?”

Tentu saja raja tak setuju karena cara seperti itu tak akan berhasil, “kita bahkan tidak tahu apakah dia anak-anak atau seorang pemuda bahkan seorang gadis kecil. Ketika kita tahu siapa dirinya, dekati dan berteman dengannya. Saat dia lengah, tusukkan ini ke jantungnya.” Terlihat raja memberikan sebuah belati yang terbuat dari akar pohon tertua di BE.

Saat menerimanya, Arnove dengan senang hati akan membuat itu terjadi. Namun, Zelvio yang sedari tadi diam tiba-tiba bicara dan menentang hal itu. Ia tak suka jika raja mempertahankan posisinya dengan mengorbankan nyawa tak bersalah.

“Bodoh! Tidak bersalah! Orang itu adalah monster! Dia bisa menghancurkan kita bahkan menghancurkanmu dengan mudah!” Arnove mendekatkan pedang dileher Zelvio, “kamu ingin menentang perintah ayah kita? Ini perintah raja!”

Tetap saja Zelvio tak setuju. Ia mengatakan dengan tegas kalau ia tidak akan pernah terlibat dalam kejahatan semacam itu. Matanya membiru tajam, menghancurkan pedang ditangan Arnove menjadi debu.

Sontak, raja dan Arnove terkejut karena selama ini Zelvio selalu gagal melakukan hal itu.

“Pergilah,” ucap raja lirih, Zelvio membungkuk hormat, “tidak. Pergilah dari kerajaan ini untuk sementara dan kembali lagi ketika menyadari apa kesalahanmu.”

Mendengarnya, Zelvio terkejut. Ini sudah jelas. Ia di usir dari istana. Senyum kemenanganpun muncul diwajah Arnove.

Tanpa rasa sedih, Zelvio meninggalkan istana. Ketika pengawal pribadinya mengejar dan menawarkan tempat tinggal, ia menolak keras, “sudah sejak lama aku ingin tinggal diluar istana. Aku ingin tidur nyenyak dibawah sinar bulan. Kini, kudapatkan kebebasan itu.” Senyumnya mengembang. Benar-benar bahagia.

Tidak menunggu waktu lama, ia terus berkeliling BE menikmati kebebasannya. Hari pun mulai gelap, ia memilih pergi ke hutan dan menikmati cahaya bulan yang sampai pada kulitnya.

Diam-diam, para goblin mengintipnya. Mereka berpikir kalau pangeran kedua telah terusir dari istana. Ada beberapa goblin yang merasa kasihan dan ada juga yang mengatakan kalau kehancuran keluarga kerajaan sudah dimulai atau dalam kata lain, para goblin senang.

“Ini akan berbahaya bagi nona Feroya,”

“Pelankan suaramu, pangeran terbuang itu bisa mendengar kita.”

Tentu, samar-samar Zelvio mendengar suara. Ia mencari suara tersebut, ‘apa para goblin marah karena aku datang ke hutan malam hari? Aku tidak akan membunuh mereka seperti yang dilakukan ayah dan Arnove.’ Merasa kalau kehadirannya dihutan malam hari mengganggu, ia memilih meninggalkan hutan.

Langkah kaki Zelvio telah membawanya ke daerah pinggiran. Dan entah kenapa, ia sudah tiba didepan rumah Feroya, ‘kenapa bisa seperti ini! Aku akan gila jika terus memikirkannya!’

Takut Feroya mengetahui kedatangannya, ia berbalik pergi namun naas, Feroya yang sedang diluar kembali pulang. Mereka saling menatap. Zelvio mulai jatuh cinta dengannya.

“Kamu mengunjungiku?” tanyanya, Zelvio gugup, “cahaya bulan sangat indah, aku baru saja menikmatinya.”

“Tapi aku melihat sesuatu yang lebih indah sekarang,” ucapannya mulai mengacau sehingga membuat Feroya tertawa lucu, “i..itu karena...,” ia menggaruk-garuk kepalanya saking gugup, “apa kamu tahu sebuah rumah kosong yang disewakan?”

“Sebentar, teman sekolahku pernah bertanya hal semacam ini. Kamu bertengkar dengan keluarga kamu? Kamu diusir atau kamu kabur?”

Tak ada jawaban dari Zelvio. Ia hanya meminta Feroya membantunya.

Dan mereka menemukan sebuah penginapan sederhana ditengah kota. Jujur, berjalan malam hari dengan Feroya mengembalikan ingatan akan ibu dan kakak perempuannya yang telah tiada. Mereka selalu berkeliling kota atau sesekali ke pedesaan dimalam hari.

“Menurut kamu, apakah BE menyenangkan?” Feroya memandangnya, “kamu tahu, saat tiba disini, aku berpikir untuk tidur dan hanya makan sampai satu tahun lamanya. Kemudian, aku bertemu denganmu yang cukup menyenangkan. Dan beberapa waktu lalu, aku bertemu seorang teman yang membuatku memiliki alasan untuk nyaman selama disini. Tempat ini, menurutku gak terlalu buruk,”

“Aku berpikir hal buruk juga tentang BE tapi setelah bertemu seorang gadis cantik, aku berpikir lain. Begitu damai,”

**

Raja masih murka dengan ucapan putra keduanya. Ia terus mengucapkan jika telah menyesal memiliki putra seperti itu. Sedang Arnove terus memancing amarah raja agar hanya ia yang dapat dipercaya.

“Prajurit kita belum menemukannya dan sekarang anakku menentang. Kesalahan apa yang telah terjadi sebelumnya sehingga darah sendiri menghianati.”

Tiba-tiba seorang prajurit pemburu goblin menghadap. Ia mengatakan kalau para goblin semakin kuat yang artinya mereka sudah bertemu dengan orang yang mereka tunggu-tunggu.

Mendapat laporan tersebut, raja semakin murka. Hal itu terjadi karena nyawa goblin berguna untuk memperpanjang usianya. Seperti kebanyakan mahluk BE, mereka hanya dapat hidup paling lama seribu tahun tapi jika mengambil nyawa seorang goblin, hidup mereka bertambah satu tahun.

Selesai menghadap, prajurit tersebut undur diri. Annove pun mengejarnya dan tetap meminta menangkap seorang goblin untuk keluarga kerajaan.

Dilain tempat, Zelvio hanya bermain-main dengan beberapa butir kacang-kacangan. Sesekali juga ia berputar mengelilingi kamar penginapannya. Bukan karena masalah besar yang ada dikerajaan tapi karena ia mulai jatuh cinta.

“Pangeran,” pengawalnya datang dan mendesah lelah melihat kegiatan Zelvio yang sama sekali tak berguna, “apakah karena gadis itu?”

“Dia cantik. Tidak. Hatinya pun cantik. Dari sekian gadis dan sekian banyak orang yang kutemui, hanya dia yang memberi saran agar sesekali aku membalas dendam.” Jelasnya selain itu ia juga menjelaskan kalau Feroya merupakan gadis apa adanya, “walaupun ia adalah gadis yang boros terhadap uang tapi ia tetap membuatku jatuh cinta.”

Pengawalnya tak bisa mengatakan apapun kecuali hanya membereskan biji-bijian yang berantakan dilantai. Ia mengingatkan agar pangeran berlatih bela diri lagi tapi dengan senyum kemenangan, Zelvio mengatakan ia sudah berhasil membuat pedang menjadi debu yang artinya latihan kerasnya tak boleh dilanjutkan lagi.

“Apa pangeran tidak akan mencoba mencari siapa pemilik bintang itu?” tanyanya, Zelvio menggeleng, “tapi pangeran,”

“Kenapa? Aku hanya ingin mencari kebenaran tentang hati Feroya,” ucapnya seperti sudah dibutakan oleh cinta, “kalau kamu khawatir dengan kerajaan, pergi dan bantu raja. Lagipula, jika pemilik bintang itu kejam, seharusnya ia datang dan langsung mengacaukan BE. Kupikir ia baik lagipula, keadaan keluarga kerajaan mengerikan. Aku tak ingin peduli untuk beberapa saat.”

Zelvio berjalan keluar penginapan dan mengambil bunga biru. Untuk siapa lagi bunga tersebut kalau bukan untuk Feroya. Ia mengunjungi Feroya kerumahnya dan langsung memberikannya.

Sedang Feroya yang masih menganggap kalau Zelvio hanya seorang teman merasa aneh dan mulai paham, “jangan berharap lebih padaku. Aku akan kembali pada orang tuaku dan gak akan kembali kesini.”

“Kamu belum mencobanya, aku akan mencoba mengambil hatimu,”

“Lakukanlah. Aku gak akan melarangnya,” senyum Feroya mengembang. Dalam hati kecilnya, ia senang jika ada seseorang yang menyukainya seperti Zelvio, “kamu baik hanya saja, sejujurnya, aku belum menyukai kamu.”

Ketika mereka berbincang seperti itu, Ellnor datang mengunjungi Feroya dan akan mengajaknya bersenang-senang. Melihat Ellnor, Zelvio merasa tersaingi. Ia tidak sadar kalau Ellnor adalah goblin. Tentu saja, penampilan Ellnor tampak wajar tidak seperti goblin yang diketahuinya memiliki hidung dan telinga panjang.

“Kenapa kita gak pergi bertiga saja?” tawari Feroya, “aku senang memiliki teman seperti kalian.”

“Tidak!” tolak Ellnor dan Zelvio berbarengan.

Para tetangga yang mendengar ada suara keras langsung tahu kalau Feroya sedang diperebutkan dua pemuda tampan. Bahkan beberapa gadis iri pada Feroya sedang Feroya yang tak memiliki perasaan pada keduanya hanya tersenyum simpul.

“Aku..., aku...,” belum sempat melanjutkan ucapannya, Feroya mendapati seseorang sedang memperhatikannya dari balik pohon. Ya. Siapa lagi. Prajurit kerajaan, “aku ada janji dengan seseorang. Kupikir, kenapa kalian berdua gak pergi bersama saja? Dah,” ia melambaikan tangan dan berlari cepat begitu saja.

Zelvio dan Ellnor saling pandang tajam. Satu sisi Zelvio yang menyukai Feroya dan satu sisi Ellnor sebagai teman Feroya.

Ditempat lain, tempat pembuangan limbah, Feroya menyudutkan prajurit tersebut. Ia menanyakan apa alasan prajurit tersebut menguntitnya. Tidak ada jawaban yang ia dapatnya. Karena kesal, Feroya menampakkan cahaya putihnya beberapa detik, “apa raja yang memerintahkan?” beberapa saat ia menutup mata untuk melihat silsilah keluarga prajurit tersebut, “kamu seorang prajurit biasa, memiliki beberapa anak, seorang istri, memiliki kedua orang tua yang sakit-sakitan, dan kamu masih mengurus kakekmu. Menurutmu, lebih baik kamu diam atau membuka mulut?” kaki prajurit itu gemetaran. Ia berjanji akan tutup mulut asalkan Feroya tidak membunuh keluarganya, “bukan hanya keluargamu. Aku juga tidak akan membunuhmu,”

Kemudian dengan kaki masih setengah tenaga, prajurit tersebut belajan untuk kembali ke istana. Tiba-tiba Feroya menghentikannya dan memberikan sejumlah uang, “di pertigaan sana, ada toko obat. Belilah obat untuk orang tuamu dan berikan pada mereka sebelum kembali ke istana.” Ucapnya sambil membungkuk hormat. Prajurit tersebut menerimanya serta mengucapkan terimakasih walaupun hatinya merasa tak enak bahkan merasa aneh serta janggal, ‘aku harus menghabiskan semua tabunganku di BE karena setelah aku pergi dari tempat ini, aku gak akan pernah kembali lagi. Menghabiskan dengan cara seperti ini juga sangat baik.’ Pikirnya yang tak ingin menyia-nyiakan apa yang ia miliki.

**

Para goblin mulai memberikan informasi kepada penduduk mengenai bintang yang muncul ditengah bulan dan apa artinya. Tentu saja para penduduk bimbang karena ini menyangkut masa depan kehidupan mereka.

Tak hanya penduduk, Zelvio juga didatangi oleh seorang goblin yang tidak tahu jati dirinya. Tentu karena goblin tersebut bukan goblin yang berasal dari hutan karena seluruh goblin hutan sudah mengetahui siapa Zelvio.

“Aku berpikir bintang itu baik tapi bukankah raja juga baik?”

“Raja cukup baik mengatur kehidupan rakyat tapi sebaiknya anda jangan lupa jika raja suka mengambil nyawa para goblin. Mahluk istimewa di BE. Tidak hanya itu, banyak hal negatif yang raja lakukan pada rakyat ini apalagi calon penerusnya merupakan pangeran licik.” Tentu, Zelvio tahu kalau yang dimaksud adalah kakaknya.

“Bagaimana dengan pangeran Zelvio? Bukankah dia cukup baik? Jika kalian diminta memilih bintang itu atau pangeran Zelvio, kalian memilih siapa?”

Goblin tersebut diam. Seluruh penduduk mengetahui kalau Zelvio baik bahkan terkadang membantu mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan, “kami tidak harus memilih. Kami hanya berusaha mengembalikan sesuatu pada tempatnya. Kami yakin, sebagai seorang yang bijak, pangeran Zelvio tahu apa yang seharusnya berdiri sejak lama.”

Setelah memberikan banyak penjelasan, goblin tersebut undur diri dan memintanya untuk berpikir. Dalam pikiran Zelvio, ia tidak tahu, walaupun membenci ayah, kakak, serta ibu tirinya tapi ia tak tega jika harus membuat ayahnya turun tahta bahkan menghilang.

**

Ellnor memberikan sebuah bibit bunga pada Feroya. Ia ingin Feroya menanamnya di pekarangan. Mendapat hadiah seperti itu, bukan hanya senang tapi ia merasa kalau keputusannya untuk menjadi gadis baik adalah benar.

“Ayahku mengatakan kalau bisa saja aku memilih menjadi monster. Jika hal itu terjadi, apa para goblin tetap disisiku?”

“Kenapa menanyakan hal seperti itu?” mata Ellnor menatap bibit-bibit tanaman yang melayang-layang diudara, “kami akan tetap disisimu. Itu takdir kami. Itu tugas kami. Dan menurut takdir, nona tidak akan menjadi monster.”

Seketika, bibit-bibit tersebut tersusun rapi dalam sebuah kotak penyimpanan. Ingatan Feroya kembali ketika ia kecil dan hampir menjadi monster kecil. Namun, karena cinta ibunya, ia tahu jika menjadi baik adalah hal paling menyenangkan.

Tak membahas mengenai pilihannya untuk menjadi baik lagi, ia meminta Ellnor membantunya menanam bibit-bibit tersebut. Ia ingin menanamnya seperti kebanyakan penduduk bukan dengan kelebihan yang dimilikinya.

“Mungkin ini kurang sopan tapi sejak kapan nona mengenal Zelvio?”

Hanya sebuah senyuman kecil yang diberikan Feroya untuk menjawabnya. Ia tahu kalau pertanyaan ini akan dilontarkan oleh salah satu goblin. Tentu, ayahnya pernah mengatakan jika nanti dirinya dekat dengan salah satu penduduk BE maka para goblin akan bertanya banyak hal.

“Jangan banyak bertanya mengenai aku dekat dengan siapa. Aku gak suka ditanya-tanya seperti itu,” ia melirik tajam sehingga Ellnor benar-benar diam, ‘bagaimanapun juga, aku masih menakutkan.’

Tanpa mereka ketahui beberapa tetangga Feroya terkagum-kagum melihat keduanya seperti itu. Mereka beranggapan jika Feroya merupakan darah campuran yang begitu beruntung dalam waktu singkat.

Sayangnya, anggapan mereka berbanding terbalik dengan anggapan Feroya karena menurutnya, ia merupakan gadis yang kurang beruntung sejak lahir karena terus berbohong. Ekspresi wajahnya menjadi sedikit sedih ketika mendapat pendengaran mengenai dirinya dari para tetangga.

‘Ini karena takdir. Karena takdir. Tapi seseorang bisa mengubah takdir jika ia berusaha. Dan aku akan berusaha menolak takdir tersebut.’

Seseorang tak diundang datang. Siapa lagi kalau bukan Zelvio. Ia langsung menyenggol tangan Ellnor sehingga bibit-bibit bunga ditangan Ellnor berjatuhan. Dengan manisnya, ia mengatakan lebih baik dirinya yang menanam bibit tersebut. Tentu Ellnor tak terima, mereka bertengkar kecil.

“Oke. Kalian lakukan itu berdua. Aku akan pergi membeli sesuatu untuk kalian.”

Kesal dengan ucapan Feroya, Zelvio mengacak-acak tanah pekarangan. Biasanya, Feroya akan marah jika sesuatu miliknya dirusak tapi kali ini ia tersenyum dan tetap pergi untuk membeli sesuatu.

‘Untuk pertamakalinya, aku tersenyum ketika ada orang yang bertengkar dan merusak milikku. Mereka lucu, apalagi Zelvio’

Menunggu Feroya kembali kerumah, Zelvio mengajak Ellnor untuk bersaing sehat. Tentu Ellnor menolak. Ia berpikir kalau Zelvio adalah pangeran bodoh. Mengetahui kalau Ellnor tahu identitasnya, ia marah dan meminta Ellnor bertanding pedang padanya.

“Pangeran, sejujurnya, seluruh penduduk tahu kalau anda adalah pangeran kecuali para penduduk daerah pinggiran. Seharusnya anda belajar lebih baik untuk menjadi pemimpin,” Ellnor menasehati tapi Zelvio menganggap kalau hal tersebut adalah ejekan, “berhati-hatilah dengan kakak anda, pangeran,” ia tersenyum kemudian melangkah pergi, “katakan pada Feroya kalau keluargaku menunggunya dirumah.” Tambahnya kemudian pergi begitu saja.

Tentu saja mendengarnya membuat Zelvio emosi. Ia berpikir kalau Feroya sudah mengenal keluarga Ellnor. Sedang Ellnor yang dimaksud keluarga oleh Ellnor adalah para goblin dihutan. Salah paham yang unik.

“Kemana Ellnor? Aku membelikannya ice cream. Ia menyukai ice cream,” tampak kekecewaan di wajah Feroya ketika mendapati tidak ada Ellnor, “kamu, hei, iya kamu,” katanya menatap Zelvio kesal, “kamu mengusir temanku. Argh! Menyebalkan,” ucapnya mengacak rambutnya sendiri, “ini, untukmu,” ia memberikan gula-gula kesukaan Zelvio.

“Kamu tahu aku menyukai ini?”

Feroya menggangguk, ‘bahkan kalau aku mau, aku bisa mencari tahu dimana rumah dan silsilah keluargamu. Tapi, aku gak ingin tahu hal itu sekarang’ ia meminta Zelvio untuk segera menghabiskan gula-gula yang telah ia belikan.

“Jawab dulu, kenapa kamu tahu kalau aku menyukai gula-gula? Apakah kamu juga tahu siapa aku?”

Kesal dengan celoteh Zelvio, ia mengusir Zelvio dari rumahnya.

Di tengah perjalanan menuju penginapan, Zelvio menemukan seorang prajurit yang terlihat mencurigakan. Sangat cepat, ia langsung menyudutkan prajurit tersebut. Tanpa banyak mengancam, Zelvio tahu kalau prajurit tersebut telah menemukan bintang yang dicari kerajaan.

“Ma..., maaf pangeran,” ia mengeluarkan sebuah belati dan berusaha bunuh diri tapi Zelvio berhasil menghentikannya, “pada akhirnya, anda atau pangeran Arnov bahkan raja akan membunuh saya.” Ia berlutut penuh ketakutan mendalam.

“Tidak. Hei, aku berbeda dengan kakak dan ayahku. Dibandingkan bintang itu, aku lebih tertarik dengan bintang dihatiku sendiri. Aku akan bicara pada raja dan mulai hari ini, kamu akan menjadi mata-mataku,” ia tersenyum, “itu bayaranmu agar aku tutup mulut,” kemudian Zelvio menjelaskan kalau tugas pertamanya adalah memastikan kalau Feroya, gadis yang ia sukai tidak memiliki hubungan lebih dengan seseorang bernama Ellnor. Tak lupa, ia meminta agar mendapatkan identitas Ellnor.

Dilain tempat, di pedalaman hutan, para goblin sedang berkumpul dan memikirkan cara menghadapi prajurit kerajaan yang sepertinya akan memburu para goblin besar-besaran. Dilain sisi, mereka khawatir pada Feroya yang dekat dengan Zelvio.

“Karena hanya orang terdekatnya yang bisa melukai,”

Tiba-tiba sekelompok prajurit istana menyerang para goblin. Tentu dengan jumlah goblin yang lebih banyak mengakibatkan para prajurit yang hanya berjumlah belasan kalah mutlak. Mereka menarik mundur penyerangan.


“Kami akan datang dengan jumlah lebih banyak. Serahkan diri kalian untuk raja atau kami akan mengambil paksa nyawa kalian,”

Siapa Aku? - BAB 2 (Novel)

Langit-langit rumah Feroya di BE penuh kotoran bahkan lantai rumahnya pun bertumpuk debu ditambah perapian yang terlihat menyedihkan. Tapi untungnya pintu dan jendela berfungsi dengan baik. Ia mengunci semua pintu dan jendela serta memastikan tak ada orang yang melihat kearah rumah bahkan sekalipun itu hewan.

Senyum Feroya mengembang, ia menutup mata dan menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannnya perlahan sembari membuka matanya. Cahaya putih itu keluar dari matanya. Dengan tenang, Feroya mengelilingi setiap sudut rumah tanpa tertinggal satu sudutpun. Kemudian, ia menutup matanya beberapa detik dan ketika ia membuka matanya, rumah itu menjadi bersih. ‘baiklah, ini cukup. Aku akan tidur sepanjang hari bahkan untuk hari-hari berikutnya.’

Benar saja, selama dua hari dua malam, Feroya tertidur. Ia malas keluar karena menurutnya orang-orang di BE tidak menyenangkan apalagi mata mereka berbeda dengannya. Namun perutnya berkata lain.

“Ayah!” ia memanggil ayahnya seperti kebiasaannya dirumah namun ketika ia ingat ada dimana, ia pun memilih berjalan keluar rumah seorang diri. Dilihatnya peta petunjuk jalan menuju bank BE. Betapa terkejutnya Feroya ketika mengetahui kalau dirinya begitu kaya, “waah, ini luar biasa. Bagaimana caraku menghabiskan? Ini sangat banyak!” Ia tertawa puas.

Bank BE berbeda dengan bank yang Feroya tahu karena disana tak ada seorang petugas bank bahkan orang yang menjaga bank pun tidak ada. Feroya hanya memasukkan matanya pada sebuah dahan pohon kemudian ia bisa membuka sebuah ruangan besar yang tertulis namanya. ‘ayah benar tentang diriku yang merupakan gadis terkaya di BE. Sayang, aku tidak dapat membawa ini ke dunia manusia.’ Kemudian, ia melangkah meninggalkan bank.

“Kamu anak manusia?” seorang pemuda menyapanya, “Zelvio,” ia memperkenalkan diri dengan membungkukkan badannya, “siapa namamu?”

Feroya pun memperkenalkan dirinya, “tapi, gimana kamu bisa tau kalau aku lahir dari seorang manusia?” tanyanya curiga, ‘jangan-jangan, ia orang jahat’ ia pun waspada tapi pemuda itu terkekeh, “hei! Kenapa?”

“Tentu saja aku tahu, lihat pakaianmu, jelas dari pinggiran BE. Dan tadi, ekspresi wajahmu begitu lucu ketika daun itu melihat matamu.”

Mendengar penjelasan Zelvio tersebut membuat Feroya lega. Ia melemparkan senyum manisnya sehingga sesaat Zelvio mematung terpesona akan senyum dan kecantikan Feroya, ‘aku jarang sekali bermain ke pinggiran BE. Apakah gadis-gadis disana cantik sepertinya? Ah! Seharusnya aku melihat lebih banyak gadis cantik’

Iseng, Zelvio mengikuti Feroya ke pasar untuk membeli makanan. Ia juga memberikan rekomendasi makanan untuknya. Dengan senang hati Feroya membelinya. Ia juga terkesan dengan rasa makanan yang baru pertamakalinya ia makan.

“Ini unik. Sangat unik. Aku cukup senang tinggal disini. Ohiya, dimana rumah kamu?” tanyanya, Zelvio mematung, “ah, ayahku mengatakan kalau orang yang tinggal di pinggiran itu tak pantas bergaul dengan darah murni sepertimu. Aku paham.” Ia membungkuk setengah badan untuk memberi salam perpisahan, “terimakasih atas bantuan kamu.” Tambahnya mencoba sopan.

Didalam rumah, Feroya tersenyum bahagia dan tampak matanya mengeluarkan sedikit cahaya putih. Meyadari itu, Feroya mengatur nafasnya dan seketika cahaya itu padam. Ia senang telah bertemu pemuda baik ketika disini walaupun nantinya ia yakin tak akan bertemu lagi.

‘Mama. Aku sangat kaya disini. Tabunganku luar biasa tapi kenapa aku harus tinggal dirumah kecil ini dan gak bisa membeli pakaian mahal?’ ia mengeluh, ‘apakah itu akan menimbulkan kecurigaan mereka? Tapi, sebentar,’ Feroya memutar kepalanya dan mendapat ide, ‘ya! Aku bisa membeli pakaian mahal dengan mengatakan kalau aku hanya tinggal sebentar jadi tak masalah uangku habis’ ia tersenyum senang walaupun pada kenyataannya kekayaan Feroya di BE tak akan pernah ada habisnya. Seperti takdirnya, ‘seandainya ini bisa kubawa ke dunia manusia, bukankah aku bisa terus berbelanja? Argh! Kenapa hanya disini aku memilikinya!’

**

Zelvio berlatih pedang dengan kakaknya, Arnove. Ia menantang Arnove kalau kali ini ia akan memenangkan pertandingan. Sayang, hal itu tak sesuai keinganannya karena pada akhirnya, Arnove memenangkan pertandingan itu.

“Berlatihlah lebih sering lagi. Aku akan memberimu hadiah jika menang melawanku.” Ia menepuk pundak Zelvio kemudian pergi dengan senyum licik diwajahnya. Dalam hati kecilnya, ia menganggap kalau Zelvio benar-benar seorang pangeran bodoh. Ia senang karena hal itu menguntungkannya, ‘Zelvio tidak akan menghalangi jalanku. Pangeran bodoh sepertinya, bisa apa dia?’

Sedang Zelvio yang tak tahu apa-apa selalu berpikir positif tentang kakaknya walaupun ibunya selalu mengingatkan jika ia harus berhati-hati dengan Arnov. Walaupun mereka kakak beradik tapi Arnov dan dirinya tetap berbeda ibu.

Pikiran Zelvio kacau ketika mengingat nasehat ibunya dan juga kebaikan kakaknya. Tak mau ambil pusing, ia mengingat kejadian di bank dan dipasar. Tentu saja siapa lagi kalau bukan Feroya. ‘Sangat cantik, tidak membosankan, sangat damai ketika didekatnya, tenang, dan entah apalagi. Gadis yang sangat berbeda. Luar biasa’

Beberapa saat kemudian, ia sudah berada disebuah ruangan dengan memegang sebuah kotak berisi liontin setengah bulan pemberian ibunya. Di pegangnya dengan erat liontin itu kemudian disimpannya kembali. Hanya itu kenangan ibunya yang tertinggal.

“Pangeran,” seorang pengawal mengingatkannya jika sebentar lagi jam makan malam dan ia harus datang.

“Baiklah. Sampai kapan aku harus tinggal disini? Lebih menyenangkan bermain-main diluar sana.”

**

Zelvio kembali berkeliling BE. Ia memutuskan untuk pergi ke hutan karena sudah bosan berkeliling kota namun tiba-tiba langkahnya berbelok dan memilih ke pinggiran BE yang merupakan perkampungan sederhana.

Ia merasa akan ada gadis yang lebih cantik dari Feroya dan itu akan membuatnya senang. Sejak ibunya meninggal, ia lebih suka bermain-main bahkan bertemu dengan para gadis. Ia berpikir kalau statusnya sebagai pangeran sama sekali tidak menyenangkan.

“Kenapa semua sama saja?” gumamnya, pengawalnya bertanya hal apa yang Zelvio maksud, “gadis-gadis ditempat ini. Kenapa mereka biasa saja? Kemarin aku bertemu dengan gadis yang sangat cantik,”

“Pangeran, pelankan suara anda.” Pengawalnya mengingatkan agar Zelvio tidak membuat masalah untuk raja, “sebaiknya kita kembali.”

“Jangan sebut aku seperti itu. Penduduk bisa mengenaliku!” ia mengingatkan dengan tegas, “jika bicara hal tidak menyenangkan lagi, aku akan kabur.” Ia mengancam, “ah! Sekarang aku harus mencari si cantik itu. Wajahnya benar-benar membuatku bingung.”

Satu demi satu rumah diintai olehnya namun tak juga menemukan Feroya hingga ia menemukan rumah yang tampak menyedihkan dari luar. Iseng, ia langsung mengetuk pintu dengan sopan. Betapa terkejutnya ia ketika yang membukakan pintu adalah Feroya. Tanpa permisi, ia langsung masuk ke dalam dan duduk manis. Pengawalnya hanya bisa memandang kesal atas tindakannya.

“Dari luar, rumah ini menyeramkan seperti orang pemalas yang tinggal. Tapi ketika aku masuk, luar biasa, begitu bersih,” ia memuji dengan tulus, “apakah kamu gak memberikanku dan temanku minum?” tanyanya, Feroya menggeleng, sedangkan pengawalnya kesal karena lagi-lagi harus berbohong pada orang, “aku ini tamu.”

“Bukan seperti itu, hanya saja, oke, baiklah,” ia pergi sebentar ke dapur dan hanya memberikan segelas air mineral, “dirumahku gak ada apapun. Aku jujur.” Katanya santai, “kenapa kamu gak membawa sesuatu ketika kesini?”

Mendengarnya, Zelvio terkejut begitupun dengan pengawalnya yang merasa kalau gadis itu sangat tak sopan bahkan untuk orang sederajat gadis itu pun termasuk tidak sopan. Pengawalnya hampir marah tapi Zelvio memberi kode bahwa itu baik-baik saja.

“Karena aku tidak membawa sesuatu, bagaimana kalau kita makan dikedai yang cukup terkenal. Aku akan mentraktirmu,”

Mendengarnya, Feroya senang sampai hampir saja matanya mengeluarkan cahaya putih tapi ia berhasil mengontrolnya. Baginya, ia telah mendapatkan seorang teman baik. Ia pun mengajak pengawal Zelvio yang dikiranya teman Zelvio untuk ikut tapi tentu saja Zelvio memiliki cara agar mereka hanya pergi berdua.

Dalam perjalanan kembali ke kerajaan, pengawalnya bergumam bahwa pangeran benar-benar kelewatan batas jika memiliki hubungan dengan gadis dari pinggiran BE. Tak hanya bergumam tapi ia juga terus mengeluh sampai keluhannya tak sengaja terdengar Arnove.

Tampak rona kebahagiaan diwajah Arnove ketika mengetahui adiknya mendekati gadis yang tak bernilai, ‘baiklah, itu akan membuatmu tak bisa menggapai tempatku.’ Kakinya kembali berjalan dengan gayanya yang seperti penguasa dan seolah-olah nantinya ia akan menduduki kursi sebagai raja.

Sedang ditempat lain, Zelvio terus bercerita pada Feroya mengenai beberapa hal lucu dan menarik. Mereka langsung akrab bahkan Feroya sempat memukul tangan Zelvio karena lucunya ceritanya. Untung saja, ia masih ingat untuk mengontrol emosinya sehingga matanya tak berubah.

Tiba-tiba, sebuah anak panah meluncur bebas hampir mengenai Zelvio. Untung saja Zelvio berhasil menangkapnya. Ia terkejut ketika tahu kalau panah tersebut merupakan panah merah, tanda ancaman.

“Wow! Luar biasa!” Feroya tepuk tangan karena melihat Zelvio bisa menangkap anak panah itu, “apakah kamu seseorang yang memiliki kekuatan lebih? Bagaimana bisa? Ceritakan padaku. Itu luar biasa.”

“Kamu berpikir ini lucu dan luar biasa?” tanyanya, Feroya mengangguk, “panah ini bisa membunuhku!” ia kesal karena dianggap hal lucu oleh gadis dihadapannya, “menurutmu, apa yang akan kamu lakukan jika panah ini ditujukan untukmu? Apa kamu akan membuat perhitungan dengan orang itu?”

Tampak Feroya berpikir dengan memegang kedua kepalanya. Ia melihat anak panah itu dan menutup matanya. Ia tahu siapa yang melepaskan anak panah itu dan itu sengaja dilakukan untuk mencelakai Zelvio.

“Yang kulakukan adalah mencaritahu siapa yang melakukannya kemudian membuat perhitungan. Tapi, kenapa kamu duduk manis disini bukannya mencari tahu?”

“Aku tahu siapa yang melakukan ini,”

Jelas saja. Zelvio tahu jika yang melakukan ini adalah orang-orangnya ratu atau lebih tepatnya ibu tirinya, ibu kandung Arnove. Ia tahu sejak dulu wanita itu selalu menginginkan kematiannya karena ia bisa menggoyangkan kedudukan Arnove. Padahal, dalam hati kecilnya, ia tak berniat mengganggu kedudukan Arnove sebagai pewaris kerajaan.

“Kamu tahu? Waah. Luar biasa. Aku tebak, pasti orang terdekat kamu yang melakukannya. Benar bukan?” tanyanya yang langsung diiyakan oleh Zelvio, “jika aku jadi kamu, aku akan sedih dan sakit hati. Kulihat, kamu baik-baik saja.”

“Aku berterimakasih karena setidaknya, aku masih hidup.” Ia melemparkan senyum simpul pada Feroya sehingga Feroya merasa kalau Zelvio benar-benar pemuda yang kuat lebih kuat dari orang-orang yang dikenalnya, "kenapa kamu berpikir seperti itu?”

“Karena menahan sakit yang seperti itu begitu berat.” Ia pun memberi saran agar sesekali Zelvio melawan atau membalas, “Ayahku selalu bilang untuk tidak marah atau membalas perbuatan buruk yang ditujukan untukku tapi ibuku bilang sesekali aku boleh melakukannya jika aku merasa begitu sakit hati.”

Ucapan Feroya mendapat tempat tersendiri dikepala Zelvio. Ia mengucapkan terimakasih dan buru-buru pergi tanpa membayar makanan. Melihatnya, Feroya tertawa kecil kemudian membayar makanan yang ternyata cukup mahal, ‘untung saja aku memiliki banyak uang. Apakah ini ada hubungannya dengan mata bintangku?’

Ingat belum membayar makanan, Zelvio berbalik lagi tapi Ia terkejut ketika mengetahui Feroya telah membayarnya, ‘apa ia memiliki uang sebanyak itu? Bukankah harga apa yang kami makan sama dengan harga rumah kecilnya itu?’ tak mau ambil pusing, Zelvio kembali melanjutkan perjalanannya kembali ke istana.

Ia membalas perbuatan ratu dengan cara lebih banyak membaca buku secara diam-diam bahkan sesekali membaca buku pewaris tahta yang sebelumnya tak pernah ingin ia sentuh. Tak hanya itu, ia juga mencoba berlatih pedang seorang diri didalam hutan.

Berminggu-minggu ia terus berlatih tanpa menemui Feroya lagi. Ia terkadang merindukan senyum gadis tersebut tapi tekadnya sudah bulat.

Sedang ditempat lain, Feroya lebih banyak mencoba makanan dan sesekali berbelanja di kota bahkan makan dikedai dekat kerajaan yang terkenal begitu mahal. Ia tak peduli toh itu uang miliknya sampai seorang gadis muda bedarah bangsawan menegurnya.

“Dari caramu berpakaian sepertinya kamu tinggal cukup jauh dari tempat ini. Apakah pekerjaanmu menipu para bangsawan sehingga dapat makan ditempat ini?”

“Apa? Ulangi? Kamu bicara apa?” tiba-tiba emosi Feroya hampir keluar tapi ia ingat pesan ayahnya agar tetap bertahan, “aku gak akan bicara sopan atau apalah padamu. Kalau kamu ingin makan, makan saja, jangan menggangguku seperti kucing kelaparan.” Ia menghina gadis bangsawan itu dengan tajam sehingga gadis itu menampar Feroya.

Para pengunjung kedai langsung mengarahkan pandangan mereka semua. Tentu saja mereka terkejut karena gadis bangsawan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah tunangan Arnove, pengeran BE.  Mereka yang takut akan Lucy, nama gadis itu, hanya diam membeku.

“Belajarlah cara bicara yang baik padaku.” Gadis itu menatap tajam sedangkan Feroya menutup mata lalu melemparkan makanan ke kakinya, “a..apa ini?” gadis itu terkejut karena ia merasa telah dipermalukan.

Sedang Feroya yang kesal langsung membayar makanannya dan pergi ke hutan untuk mencari ketenangan. Ia benar-benar kesal.

‘Gadis itu menyebalkan! Jika aku gak ingat ucapan ayah mungkin ia tidak bisa bicara lagi esok hari! Sial!’

Matanya mengelilingi hutan yang tampak sejuk. Sesekali Feroya mengambil beberapa buah-buahan terlarang dihutan kemudian memakannya seolah ia berhak memakan buah-buahan itu. Sayang, tindakannya menyebabkan masalah. Seorang goblin memintanya membayar.

“Ini hutan! Kenapa aku harus membayar! Dan siapa kamu? Kenapa telingamu aneh? Dan kenapa dengan hidungmu yang begitu panjang itu?” Feroya mencoba memegang hidung goblin tersebut tapi ia mengurungkan niatnya, “maaf, aku tidak sopan,” ia membungkuk hormat, “berapa aku harus membayarnya?”

“Bayar dengan semua yang kamu miliki,” mata goblin itu memerah, “serahkan nyawamu karena melanggar peraturan.”

“Mata merah! Cahaya merah! Kamu siapa? Kamu bukan mahluk BE!” Feroya terlonjak kaget dan tiba-tiba matanya mengeluarkan cahaya putih, “argh! Sial! Ini karena aku terkejut!”

Goblin tersebut pun ikut terkejut. Ia langsung berlutut hormat didepan Feroya. Tentu saja Feroya bingung dan ia langsung memadamkan cahaya matanya, “a..ada apa? Argh! Tutup mulutmu mengenai cahaya putihku maka aku akan tutup mulut mengenai mata merahmu! Kamu juga berbeda denganku!”

Senyum simpul diberikan Goblin tersebut padanya. Ia menjelaskan bahwa mata merahnya bukan perbedaan karena dirinya memang goblin dan hal wajar goblin memiliki mata merah. Itu bukan perkara.

“Oke. Tapi sepertinya aku harus berbuat sesuatu,” ucap Feroya yang membuat goblin tersebut tiba-tiba melayang. Ia meminta maaf dan memang tugasnya untuk menjaga hutan ini serta ia mengatakan kalau ia berada di pihak Feroya, “pihakku? Pihak apa?” ia pun menurunkan goblin tersebut.

Mencari tempat aman, goblin tersebut membawa Feroya masuk kesebuah pohon. Ia tiba-tiba bisa menembus pohon itu padahal mahluk BE lainnya tak bisa. Sedang goblin tersebut bisa melakukannya karena ia memang penjaga semua pohon dihutan.

“Nona, sangat berbahaya berjalan seorang diri diluar. Kapan nona datang ke BE? Apakah nona baik-baik saja? Mereka tidak menyakiti nona?”

Mendengar hal itu, Feroya bingung tapi kemudian ia mulai paham, “ah! Iya-iya, ayah pernah mengatakan tentang goblin. Ayah mengatakan kalau kamu mahluk yang begitu ramah hanya untukku saja. Sebenarnya, apa keistimewaanku? Ah! Ini karena takdirku dengan mataku yang berbeda.” Ia tersenyum, “Tn.Goblin, siapa namamu?”  goblin tersebut menulis dengan api diudara, “Ellnor, oke, Tn.Ellnor.”

“Tidak nona. Panggil saja hamba dengan nama,” pintanya, Feroya mengangguk, “jika nona sudah lama disini dan baik-baik saja, apakah nona menyembunyikan jati diri nona?” ia dengan enteng mengangguk. Goblin tersebut senang. Tiba-tiba Feroya ingat kalau belum membayar buah yang telah dimakannya, “nona tidak perlu membayarnya. Nona dapat memakan sebanyak apapun yang nona inginkan. Jika nona perlu bantuan, kami para goblin akan membantu nona dengan seluruh kekuatan kami.”

Feroya menggeleng, “gak usah membantuku dengan kekuatan kalian. Cukup biarkan aku makan buah yang ada dihutan. Rasanya menyegarkan sekali,” kemudian dengan sopan dan hormat, ia meminta izin secara formal. Ellnor tak enak hati. Ia meminta Feroya agar bersikap sesuka hatinya dan tak perlu izin untuk menjelajahi hutan bahkan seluruh tempat di BE.

Dengan wajah tenang, Feroya keluar dari pohon tersebut. Ia terus mencoba berbagai buah aneh yang tidak pernah ia temui sampai akhirnya ia menemukan Zelvio sedang berlatih pedang dengan seseorang. Tak pikir panjang, ia menghampiri Zelvio dan mengatakan senang bertemu dengannya.

“Kebetulan aku membawa ini, kamu mau? Rasa buah ini benar-benar menyegarkan.” Zelvio dan pengawalnya saling pandang. Mereka terkejut mendapati Feroya memakan buah yang begitu mahal dimata para penduduk BE apalagi harus menghadapi para goblin yang menjaganya, “aku sudah membayarnya. Kalian mau? Ini gratis.”

Pengawal Zelvio curiga kalau bisa saja Feroya adalah gadis bangsawan yang menyamar tapi berbeda dengan Zelvio, siapapun Feroya, gadis biasa atau bangsawan, gadis itu telah merubah pemikirannya. Ia pun dengan senang hati memakan buah yang dibawa Feroya.

“Hanya bangsawan dan keluarga kerajaan yang mampu membeli buah dari hutan ini. Jangan-jangan, kamu menjual rumah dan menghabiskan tabunganmu hanya untuk ini?”

Tidak ada jawaban dari Feroya. Ia terus makan kemudian meminta pedang Zelvio dan mencoba mengayunkan pedang kesana-kemari seperti anak kecil.

Sibuk dengan pedangnya, Feroya tak mempedulikan perbincangan Zelvio dan pengawalnya. Pengawal tersebut merasa jika Feroya sedang mendekati Zelvio dan mengetahui Zelvio adalah pangeran atau bisa saja Feroya adalah orang suruhan ratu yang berusaha menjebaknya.

“Hei, aku melihat ekspresi kalian aneh. Kalian membicarakanku? Kamu, ya, kamu,” ia menunjuk pengawal Zelvio, “kamu berpikir aku mendekati Zelvio? Argh! Aku memiliki pacar! Namanya Darren tapi kami sudah putus. Walaupun begitu, aku gak berniat menjalin kisah cinta ditempat ini. Aku ingin kembali bersama orang tuaku!”

Pengawalnya jadi tak enak hati sedang Zelvio tersenyum senang mengetahui bahwa gadis tersebut ternyata tidak memiliki kekasih.

**

Sinar bulan berusaha masuk kedalam kamar Zelvio tapi gagal akibat sesuatu yang menghalangi. Apalagi kalau bukan Arnove yang melakukan dengan sengaja. Ia senang jika Zelvio tak pernah merasakan tidur dibawah sinar bulan.

Sayangnya, hal tersebut tak membuat Zelvio sedih atau marah. Ia justru terus teringat wajah Feroya serta tenangnya Feroya ketika memakan buah di hutan, ‘gadis itu tidak takut apapun. Ia tidak takut pada goblin dan ia tidak takut berjalan dihutan seorang diri. Ia juga bukan gadis penuh ambisi mengerikan seperti para gadis bangsawan kebanyakan. Dan ia juga tampak bukan seperti gadis yang menginginkan kekayaan’

Diam-diam, pengawal setianya memperhatikan. Ia yakin jika pangeran sedang jatuh cinta tapi ia khawatir kalau pangeran salah jatuh cinta, “anda baru mengenalnya beberapa waktu. Bukankah anda terlalu terburu-buru?”

“Kamu bukan sekedar pengawal tapi sahabatku. Bukankah kamu tahu kalau aku tidak pernah benar-benar menyukai seorang gadis sebelumnya? Aku hanya terus bermain-main dengan menggoda para gadis cantik tapi kali ini, aku mulai memikirkan satu gadis yang sama setiap waktu.”

Zelvio meminta pengawalnya mendekat ke jendela. Ia mengatakan sinar bulan pasti membuat keluarga kerajaan begitu tidur nyenyak kecuali dirinya tapi mengingat wajah Feroya adalah lebih indah dibanding sinar bulan.

“Pa..., pangeran, disebelah bulan. Bulan itu,” ucap pengawalnya terbata-bata ketika melihat beberapa bintang muncul didekat bulan. Sontak, Zelvio terkejut begitupun dengan seluruh anggota kerajaan dan para penduduk BE. Sedang para goblin dihutan tersenyum karena sudah saatnya BE kembali seperti semula.

Ditempat lain, tanpa emosi atau tanpa hal apapun, mata Feroya bercaya putih. Ia menganggap hal itu karena bintang sedang memanggil-manggil dirinya. Tak mau ambil pusing, ia memilih tidur. Naas, suara penduduk diluar membuatnya sakit kepala dan tak bisa tidur. Mereka meributkan bintang yang muncul setelah puluhan ribu tahun lamanya.

‘Apa yang harus kulakukan? Membosankan!’ ia memejamkan mata dan memikirkan hutan. Dalam sekejap, ia sudah berada dihutan. Para goblin menyambutnya begitu hangat, “ini karena aku gak memiliki teman. Kenapa wajah kalian terlihat bergitu bahagia namun tampak ada ketakutan besar?” tanyanya, mereka tak berani menjawab, “hei! Jawab aku!” katanya kesal, “dan kemana telinga serta hidung panjang kalian?”

“Nona,” seorang goblin tua menghampirinya, “datanglah ke hutan terlarang. Disana, nona akan menemukan jawaban,” ia menunjukkan cara agar Feroya bisa datang ke hutan larangan, “tapi, nona tidak perlu terburu-buru. Nona dapat kesana kapanpun nona inginkan. Hutan yang menyeramkan bagi semua mahluk kecuali untuk anda,”

Pusing mendengar hal tersebut, Feroya meminta goblin yang bernama Ellnor untuk menemaninya berjalan-jalan. Ia terkejut ketika seorang goblin tampan muncul dan memperkenalkan diri sebagai Ellnor. Tentu saja ia tak percaya.

“Apakah nona mengenalku seperti ini?” Ellnor merubah wajahnya dengan selembar daun, “kemarin, itu hanya penyamaran,” Feroya mengerti. Ia senang karena Ellnor cukup tampan sehingga ia bisa betah berteman dengannya, “berteman? Hamba dan nona?”

“Sebentar, kamu, dan kalian semua, sebenarnya ini ada apa? Kenapa kalian begitu sopan padaku dan kenapa kalian memanggilku dengan sebutan aneh. Argh! Aku hanya ingin bermain disini!”

Mereka pun meminta maaf kemudian Ellnor langsung mengajaknya ke taman bunga. Tentu saja tak ada penolakan dari Feroya. Ia langsung kegirangan sehinga mata bintangnya bersinar. Ia ingat ketika ayah mengatakan kalau di depan para goblin, hal itu diizinkan.

“Nona sangat cantik dengan sinar itu,” Ellnor memegang telinga panjangnya, ia sedikit malu ketika mengatakan hal tersebut, “nona mau menjaga rahasia? Bukankah kita teman?” Feroya diam mematung kemudian tanpa aba-aba, Ellnor mengambil selembar daun kering dan tiba-tiba daun itu berubah begitu besar. Mereka menaiki daun tersebut. Seketika, daun itu meluncur dengan cepat sehingga Feroya berteriak-teriak senang seolah ia ada diwahana bermain. Ketika sampai di depan gerbang taman bunga, Feroya menolak masuk. Ia ingin naik daun itu beberapa kali lagi, “baiklah, kita akan melakukannya lagi,”

Kini, Feroya memiliki alasan untuk tinggal nyaman di BE beberapa waktu.

**



Earning Per Share

a.      Definisi Earning Per Share Earning Per Share (EPS) atau pendapatan perlembar saham adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberik...