Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2019

Istana Negara (Kuala Lumpur, Malaysia)

Foto ini diambil sekitar jam 7 pagi waktu Malaysia. Kalau gak salah tanggal 31 Mei 2019 dimana tepat hari kepulangan gue dari Malaysia setelah keliling-keliling.

Istana Negara - Malaysia




Ini asli kejer-kejeran sama waktu karena tiket pesawat gue dapetnya jam 11 siang. Masih lama tapi setidaknya kalau penerbangan Internasional, gue mau 4 jam sebelumnya harus udah dibandara wkwk. Maklum tiket mahal belum lagi di negara orang, beda rasanya kalo ketinggalan pesawat ^^

Selasa, 02 Oktober 2018

Cuma mau cerita aja

Kadang kita gak pernah nyangka mau benci sama siapa, kecewa sama siapa, percaya sama siapa, dan akan bahagia sama siapa. Jelas itu rahasia Allah dan kita hanya akan tahu setelah terjadi bukan sebelum terjadi.

Udahlah lagi mager curhat. Mager ngetik lagi ^^

Rabu, 08 November 2017

Entahlah

Ikhlas itu kadang susah untuk hal tertentu.
Tapi mencoba apa salahnya.
Kalau gagal.
Namanya juga manusia.
Coba lagi.

Selasa, 07 November 2017

Penipuan -

Kadang, gue pernah mikir, ada gak sih orang yang wajahnya sebaik malaikat tapi hatinya busuk?
atau
orang yang terlihat seperti psikopat justru hatinya sebaik malaikat?

Biasanya di film-film ada begituan.
Tapi...
Mungkin dikehidupan nyata ada.
Film juga mungkin terinspirasi dari kehidupan nyata.
Seperti itu mungkin.
Entahlah.

Kalau iya,
apa masuk penipuan?
penipuan hati.

Mungkin gak akan dapat hukuman di dunia.
Bisa aja di akhirat.

Entahlah.
Adakah?

#EfekBacaCerpen

Senin, 21 Agustus 2017

Piknik? Krakatau Kahai Bisa Jadi Pilihan!

Guys. Tau kan kalau Indonesia itu negara yang punya banyak banget-nget pulau. Dari pulau yang bernama sampai pulau tak bernama (atau gue aja yang gak tau namanya). Dari sekian banyak pulau, semuanya cantik, iya cantik seperti para penduduknya.

Dan kalau bicara pulau, gak jauh-jauh dong dari pantai. Ayo sebutkan ada berapa pantai di Indonesia yang kamu tahu? Ada berapa pantai di Indonesia yang kamu kunjungi? Wah kalau hanya 5-10 pantai sih dikit banget. Kamu belum ada seperempatnya ngelilingin pantai di Indonesia. Bahkan kamu baru seujung kuku kalau hanya segitu yang kamu kunjungi.

Nah, salah satunya di Lampung nih.
Lampung punya banyak pantai loh. Mulai dari yang aman untuk anak-anak sampai yang bisa buat surfing. Dan kali ini, gue mau review soal salah satu pantai di Lampung yaitu Kahai. Pantai yang sekaligus resort ini bisa jadi list kamu untuk liburan.

Krakatau Kahai Beach Hotel itu sebuah pantai sekaligus resort yang unik-menarik. Kamu cukup bayar Rp.10.000 untuk tiket masuk per orang (untuk pantainya aja ya bukan kolam & penginapan). Uang senilai ini bisa kamu gunakan untuk menikmati pantai yang nyaman abis deh soalnya bisa santai-santai dipinggir pantai dengan pondokan yang unik seperti ini:



Dan kalau biasanya kalian ke pantai-pantai untuk  pondokan seperti ini bayar, nah disini free-free-free. Kalau makan okelah bayar emang kewajiban tapi kalau piknik yang banyak free dari sananya lebih asik.

Bisa liat sendiri pondokannya asik kan. Lo bisa duduk cantik dipinggir pantai sambil rebahan dan liat sunset atau sekedar menghirup udara segar. Renang bisa gak? Bisa kok buat renang tapi buat yang berani aja ya ombaknya gede walaupun aman kok karena ada batu pemisah yang sepertinya sengaja dibuat khusus. Memang ombaknya serem tapi ada lokasi yang udah dipisahkan menggunakan batu-batu biar ombaknya gak serem. Tapi kalau masih takut. Cuss, bisa renang di kolam renangnya juga loh. Duh sayangnya gak ada foto kolamnya waktu gue kesana karena kesananya sore dan gak niat renang.


Dan yang pengen romantisan sama pasangan, bisa pergi berdua. Duduk cantik sambil menikmati birunya lautan dan angin laut yang sensasinya beda.


Dan lo bakal nemuin gerbang ala-ala yang unik ini. Seriusan. Kerasa ada dimana gitu. Dan cek air laut dibelakang mereka itu sesuatu warnanya beda. Kata kawan gue sih kali pertemuan sungai-laut jadi gitu. Gue gak berani mastiin. Mau nanya ke pengelola atau yang kerja disitu udah gak sempet lagi keasikan foto sih dan emang kami dateng sore hari.



Bukan cuma gerbang ala-ala tapi bakal nemuin apa ya semacam di Bali gitu walaupun bukan di Bali. Ih pokonya unik deh ini tempat.  Kolam renang ada. Pantainya ada. Arena bermain anak-anak ada. Komedi putar juga kyknya kemaren ada atau apalah namanya lupa.




Ini nih salah satu mainan anak-anak yang ada disana tapi saat kesana, ini gak idup muter jadi cuma temen gue yang diatas itu entah iseng aja foto-foto.


Untuk lamanya perjalanan ke resort ini gak lama sekitar 3 jam dari kota Bandar Lampung atau bisa lebih cepat tergantung yang bawa kendaraan dan apakah dijalan banyak berhenti-berhentinya tapi jujur sekitar 3 jam kok kurang lebih bahkan bisa lebih cepat. Letaknya dimana lagi kalau bukan di Kalianda. Untuk rute perjalanan, aku bingung jelasinnya tapi bisa menggunakan google map atau nanya orang sekitar. Aku taunya dijalan lurus-lurus aja tetiba nyampe hihi

Kalau dari bakauheni, gue gak tau berapa lama tapi sepertinya gak terlalu lama karena ini udah ujungnya pesisir. Seperti itu sih.

Dan, disepanjang jalan menuju tempat ini, bakal disuguhi sama jejeran pantai banyak banget yang free-free-free jadi bisa mampir tapi gue gak mampir sih. Ini karena kami berangkat udah siang, sampai sana udah sore hihi maklum dadakan pengen pergi kesini.

Masuk Rp. 10.000/orang
Parkir mobil Rp. 10.000/mobil
Parkir motor Rp. - (gak tau karena gak nanya berapa)
Pondok free
Foto free asal udah bayar tiket masuk dong.
Kolam Renang Rp.20.000/15.000/25.000 lupa karena gak renang sih tapi sekitar itulah hanya perkiraan saja. Kemarin sempet nanya tapi aku lupa beneran.
Ada penginapannya juga loh, harga? Rp....... (gak tau) Karena kami gak niat nginep, gak pengen nginep, dan gak sempet nanya jadi kami gak tau. Tapi jujur penginapannya kece badai karena bisa liat laut dari atas gitu dan kayaknya asik nginep disitu sambil liat matahari saat terbenam sama saat melambai-lambai terbit dipagi hari.


Fasilitas disini lengkap banget-nget.
Toilet ada
Pondokan pantai ada
Area bermain ada
Penginapan ada
Kolam renang ada
Tempat makan ada
Musolla ada
Apalagi ya? Sepertinya mungkin ada yang lain tapi karena kami sebentar banget jadi kurang banyak tau apa aja yang ada disana.

Dan pulangnya atau bisa berangkatnya, lo bisa mampir ke kaki gunung rajabasa (eh beneran ini kaki gunung rajabasa kan ya? Kalau salah maaf yang jelas di padang rumput) yang bakal banyak kerbaunya, ada juga yang banyak sapi, atau ada domba. Disini bagus untuk foto-foto atau sekedar mau liat para hewan itu merumput. Asik deh asal awas gak nginjek sesuatu yang bau-bau aneh karena mirip warnanya sama batu (efek kawan gue ngira itu batu ternyata kotoran kerbau katanya mirip batu)



Saran gue kalau mau kesini dan niatnya gak nginep yaa berangkat dari pagi bukan seperti gue yang dadakan jadi kurang puas aja sih bawaannya. Atau sore boleh sekalian nginep dipenginapannya dan abis sholat subuh bisa langsung menghirup udara pagi pantai. Asik kan?

Sabtu, 27 Mei 2017

Misalkan

MISALKAN

Beberapa orang mengatakan hal-hal negatif tentang seseorang pada saya. Saya bisa saja percaya tapi saya tidak berpikir negatif selama apa yang dikatakan orang-orang tidak saya temukan dalam dirinya atau tidak saya lihat secara langsung.

Tapi kadang, berpikir positif tentang orang lain dan terus berpikir positif juga menyakitkan kalau yang membicarakan hal negatif lebih banyak. Jalan keluarnya? Tanyakan langsung. Kalau gak bisa terucap untuk bertanya langsung, cari tahu sendiri. Dan siap-siap kalau konsekuensinya seperti yang dibicarakan orang lain.

Ini hanya misalkan.
Saya tidak membicarakan siapapun.

Tapi adakalanya, ada yang tetap berpikir positif tentang apapun itu sekalipun dia melihat seseorang yang dikenalnya memiliki sisi negatif. Alasannya? Karena mungkin dia belum menerima kenyataan itu atau bisa jadi hatinya gak percaya walaupun kedua bola matanya sudah menemukannya. Namanya manusia, ada aja yang gak bisa nerima kenyataan hihi mungkin saya juga pernah gitu . Anggap aja pembelajaran hidup.

Salah satu alasan

Gimana rasanya kalau kamu lari sudah hampir finish, kemudian seseorang yang kamu pedulikan terjatuh di tengah pertandingan dan meminta bantuanmu. Ambil kemenangan itu atau mengulurkan tangan untuk membantu orang tersebut?

Tapi perlu digarisbawahi, orang tersebut baik tapi pernah tidak mempedulikan apa yang kamu pikirkan. Masih mau mengulurkan tangan?

Jawabannya, kalau itu saya, tentu, mungkin, bisa jadi ^^

Saya tidak tahu apakah itu tindakan yang benar atau sebaliknya tapi saya tahu kalau seseorang yang mengatakan kalau berbuat baik dengan mempercayai seseorang sepenuhnya itu beda. Iya. Beda.

Tentang novel Hello Venus

Awalnya gue bingung mau judul novelnya apa. Lalu kenapa muncul 'hello Venus' ? Ini karena entahlah. Gue suka tokoh Venus yang muncul tiba-tiba. Gue kepikiran orang aja saat nulis judul ini haha.

Inspirasi novel ini sebenernya dari obrolan temen-temen gue dan dari curhatan temen-temen gue sendiri yang gue campur aduk lalu dicampur imajinasi gue dan diaduk-aduk jadilah novel itu. Hihi

Tokohnya :
-Yura
- Orion
- Louis
- Elsa
- Ares
- Kelvin
- Rega
- Venus
- dll


disini, menurut gue sih gak ada satupun tokoh jahat. Semuanya baik. Yang kejam adalah keadaan. Kalau dibilang suruh milih siapa yang kejam, mungkin Yura. Tapi Yura juga baik, dia melakukan tindakan karena keadaan membuatnya sakit kepala.


Mau tau sinopsinya? Email pribadi yaa 

Sabtu, 28 Januari 2017

Sudah sudah

Sudah sudah.
Gue yakin semua akan baik-baik saja.
Yang terbaik.
Baik itu judul skripsi, pembimbing, bahkan menjalankan skripsinya.
Kalau banyak yang bilang judul gue itu terlalu luas, makronya keluasan, variabel yang ditelisinya kebanyakan, yaa mau gimana lagi. Hati gue sudah memilih dia untuk jadi judul gue dan entahlah, karena gue penasaran hasilnya sama gak dengan kebijakan yang dibuat pemerintah. Kalau sama yaa alhamdulillah, kalau beda yaa alhamdulillah lagi. Beda argumen kan gpp, ^^


Dan gue juga yakin, untuk sesuatu yang lain.
Yang mungkin gue mikir 'apa iya gue bisa?'
gue juga mulai mikir 'hei! ini sulit! jaraknya terlalu jauh!'
dan mungkin otak-otak kecil gue berkeliaran bilang 'coba pikir ulang! pikir!'
dan entah ini pikiran baik atau buruk, mungkin dia bertanya 'mau terjatuh, gak terluka, tapi susah bernafas?'


ah entahlah.

skripsi gue jalanin. InsyaAllah baik-baik saja.
Satu hal lainnya, entahlah, hanya takdir Allah yang menjawab seiring waktu ^^

K

Pernah mikir gak sih, kalau rasa penasaran berlebihan itu salah?
Menurut gue sih gak. Semakin penasaran berarti semakin otak kita berpikir. Sadar atau gak, menurut gue, saat kita penasaran artinya kita ingin mengetahui sesuatu dengan lebih teliti, lebih jelas, dll.

Contohnya, gue yang dulu penasaran banget sama ekonomi regional dan alhasil skripsi gue ngebahas materi itu. Alasannya singkat, karena gue merasa belum belajar lebih banyak dan gue merasa belum terlalu paham.


Tapi, pernah mikir gak sih kalau kita penasaran dengan orang-orang di sekitar kita itu salah? Entahlah, tapi, bagi gue itu gak salah. Simpelnya gini, ketika kita berteman, kita wajib loh penasaran (kata gue). Karena..... kita gak bisa bilang 'oh dia baik' atau 'oh dia gak baik' hanya dari luarnya saja. Pernah denger gak sih kalau orang yang terlihat kejam di mata banyak orang bisa jadi dia orang yang akan membantu kita dengan ikhlas? Gue sih mikir gitu. Gue merasa wajib penasaran dengan orang-orang disekitar gue, apakah dia baik atau gak tapi gue gak berusaha menjauh. Tetap berteman dengan siapa saja tapi setidaknya, dengan rasa penasaran itu, gue akan tau mana yang mungkin gak mengusik kepala gue dan mana yang bukan. Gue juga bisa memilih cara akan bagaimana gue harus bersikap ke mereka. Yaa kecuali gue udah bener-bener gak suka sih (manusiawi loh)



dan entahlah gue gak tau mau nulis apalagi.
hati gue lagi naik turun karena.... skripsi? Bukan dong! Skripsi mah jangan dipusingin tapi dipikirin dan di selesain ^^ lalu karena apa? Manusia? entahlah, gue rasa juga bukan. Karenaa.... syalalalalala 

Sabtu, 24 Desember 2016

Ulala

Bahkan ketika logika saya memilih untuk mengatakan masabodo, bodomat, emang-gue-pikirin, hati berkata lain.
Ulalalalalalalala 

Rabu, 30 November 2016

Kamu adalah alasan untuk...,

Kamu.
Iya.
Kamu.

Kamu adalah beberapa, maaf, kamu adalah salah satu alasan untuk saya berpikir untuk gak mudah mempercayai orang lain.

Kamu adalah alasan kenapa saya harus berhati-hati ketika mendengar orang lain bicara.

Kamu juga adalah alasan kenapa saya gak bisa mempercayai orang begitu mudah.

Itu saja,

hanya itu,

cuma itu,


dan gueee lelah mau ngetik apa

Kamis, 17 November 2016

16 November

Antara nyata dan tidak nyata.
Mungkin seperti mimpi tapi mimpi buruk.
Tapi pada faktanya, ini nyata.
Bukan mimpi atau fiksi belaka.

Realistis?
Sebaiknya saya berpikir realistis.
Ada beberapa hal yang harus saya pertimbangkan.
Karena kembali lagi ini nyata.

Hal yang mungkin menurut saya bisa saja hanya mimpi.
Mungkin mimpi yang baik tapi menurut saya itu seperti mimpi buruk.

Ini bukan sesuatu yang luar biasa.
Bukan juga sesuatu yang memalukan.
Bukan juga sesuatu yang patut dibanggakan.
Ini hanya sekedar bumbu dalam hidup yang mungkin bumbunya terlalu banyak bahan merusak jalan pikiran atau lebih tepatnya otak.
Mungkin seperti itu.


Argh!
Terlalu banyak kemungkinan!
Jelas!
Saya tidak bisa memastikan karena saya manusia.
Hanya saja, satu yang sedikit bisa saya pastikan adalah ketika saya menulis ini, kepala saya sedikit sakit. Yaa, hanya sedikit karena kemarin yang sakit kepalanya sedikit banyak ^^



Sabtu, 08 Oktober 2016

Udah gitu aja

Entah apa alasannya, semua masih sama.
Belum berubah.
atau apapun itu.

Inget tulisan gue diakhir desember 2014?
Mungkin disana gue nulis kalau ada yang buat gue sakit hati, lelah hati, atau entahlah yang pada akhirnya, gue marah tapi selalu bisa memaafkan untuk hal itu.
Dan kemudian, semua berubah seiring waktu berjalan.
Tanpa masalah.
Tanpa dia buat masalah.
Tanpa gue buat masalah.
Baik-baik aja walau hanya sekedar teman saja.
Sampai gue mulai menyukai orang lain.
Sampai gue suka sama orang bertepuk sebelah tangan tapi gue bersyukur setidaknya dengan cara menyukai orang lain, gue melupakan sesuatu yang lain. Tentunya, untuk mempertahankan pertemanan, persahabatan yang udah lama terjalin.

Hingga,
entah.
Belakangan.
Beberapa bulan belakangan ini.
Gue menyadari satu hal.
Kalau mungkin masih ada sedikit rasa.
Kata sahabat-sahabat gue yang lain bisa jadi begitu.
Karena sejujurnya, gue bener-bener merasa nyaman dan entah kenapa mungkin dia cukup memahami gue tanpa gue harus ngomong. Dan kadang, gue merasa bisa curhat banyak hal ke dia dari duluuuu banget hingga mungkin detik ini.

Tapi kembali lagi.
Mungkin teman baik, sahabat lebih baik untuk menjaga silaturahmi. Dan gue gak mau seperti sebelum-sebelumnya, karena perasaan yang namanya cinta malah ketika ada masalah justru kami menjadi jauh --- sangat jauh---


udah gitu aja

Selasa, 13 September 2016

Beberapa hal yang gak bisa berubah

Ada beberapa hal yang mungkin gak bisa berubah misalkan hati.
Dan ada beberapa hal yang mungkin gak bisa disatukan, misalkan .... jawab sendiri ^^

Percaya atau gak percaya sih, gue orang yang cukup egois.
Iya. Seriusan. Ketika gue udah bilang A yaa tetep A sampai besok kemudian hari dan kemudian tahun daaan seterusnya.

Dan beberapa orang yang bersahabat sama gue, yang temenan dari kecil, dan yang kenal gue banget pasti tau itu. Selain egois yaa pendiriannya susah di ubah. Sangat susah. Apalagi pendirian kalau udah enek benci muak atau apalah-apalah sama orang. Susah banget bahkan keluarga gue pun tau. Dan bahkan mereka heran kok bisa punya anak yang susaah banget untuk memaafkan orang.

Yaa kembali lagi.
Namanya hati, salah satu hal yang mungkin gak bisa berubah di diri gue.
Salah?
Sebenernya hal seeperti ini salah tapi mau gimana lagi.
Gue sadar salah.
Gue sadar ini harus dibenerin tapi yaa gimana, namanya hati ^^

Seperti gue yang kadang mudah bersosialisasi dengan banyak orang tapi sekalinya gak suka sekelompok orang yaa gak sukanya itu loh melekat akut.

Dan seperti gue yang mungkin deket dengan orang lain tapi entahlah, hati gue mungkin gak pernah tertarik sedikitpun karena entahlah, ada seseorang yang gue kagumi diam-diam yang kata temen gue 'lo masih sehat suka kok diem-diem?'

Gue sehat.
Sehat kok.
Haha

Senin, 08 Agustus 2016

Kalian sesuatu

Senengnya dan bahagianya punya temen beda jurusan, beda fakultas, beda-beda organisasi dan UKM tapi perhatiannya luar biasa.

Selama 20 hari KKN, gue bete akut sih tapi alhamdulillah yang jengukin banyak. Mulai dari Ariyensori, Rara, dan 2 orang lagi yang KKN di desa tetangga berkali-kali dateng. Kemudian Sandi, Linggar, dan temennya mereka ikutan dateng jengukin beberapa kali.

Kemudian Yunda Ike, Rizki, Agil yang perhatian juga sama gue. Gak lupa Uni kesayangan gue yang desanya tetanggaan juga. Kemudian blablabla gak keitung yang pada perhatian dateng karena khawatir gue KKN nya sendirian, gak ada yang gue kenal. Bahkan dari sekian organisasi yang ada gue disana, tetep aja gak ada kawan organisasi maupun UKM haha. Sedih? Bukan main alias galau akut haha.

Dan jelas, perhatian mereka sesuatu. Ternyata gak cuma selama dikampus atau selama dibandar lampung aja perhatiannya tapi wow, gue lagi KKN yaampun perhatiannya buat gue terharu ^^ Luv pokoknya gaes

thanks buat yang udah selama 3 minggu ini sering dateng :
- Ariyensori
- Rara
- Lupa namanya tapi kenal
- Sandi
- Linggar
- Yunda Ike
- Uni Selma
- Agil
- Rizki
- Anggun
- Zain
- Dewi Tradena
- DKK


besok abis KKN gue tulis semuanya

KKN - 'Menyenangkan kah?'

Sejujurnya, KKN ini gueee gak betah akut.

Soal desa KKN-nya sih betah banget karena dari aparat desa sampai semua warganya udah ramah, baik pula. Yang buat gak betah beberapa temen kelompoknya. Udah gitu baru 20 hari KKN udah sakit.

Cerita panjangnya nanti deh abis KKN bakal gue tulis semua disinii

Jumat, 01 Juli 2016

Foto Beberapa Bulan Lalu

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)


Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Foto dibawah ini semua diambil beberapa minggu, eh maksudnya bulan lalu. Saat mau ujian lisan manajemen strategi. Daaan alhamdulillah nilai gue kece badai.


Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)
Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)
Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)
Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)
Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)
Partner foto doang. Kebetulan lagi pake jilbab dan pakaian yang warna senada alias sama.
Jadi gak usah gosip apalagi kamu, iya kamu. Kamu gak usah mikir kalau foto ini ada apa-apa ^^ kan gue emang orangnya hobby foto wkwk

Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)


Foto Foto Foto lagi dan lagi







Gedung A, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN LAMPUNG.
Yeti (Jilbab Hitam), Aula Nurul (Jilbab Merah), Khuzain (Yang laki sendiri)

Ini fotonya gak nempel kok. Gue di depan jadi keliatan nempel aja. Haha iseng doang loh isenggg



Nyata Tidak Nyata

Entah nyata atau tidak tapi beberapa hari belakangan, apa yang gue tulis dalam naskah gue.... kok yaa aneh berasa lagi tidur waktu nulisnya. Bahkan berasa lagi mimpi

Earning Per Share

a.      Definisi Earning Per Share Earning Per Share (EPS) atau pendapatan perlembar saham adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberik...