Kamis, 22 Oktober 2015

Siapa Aku - BAB 1 (NOVEL)

Kedua bola mata Feroya mengeluarkan cahaya putih, bersinar, sangat terang, dan tajam. Tampak seperti bintang ditengah malam. Ia tak melepaskan tatapannya pada seekor tupai yang masuk kekamarnya serta memecahkan kotak kaca berisi cincin kesayangannya.

“Harus ada bayaran yang setimpal,” ia mendekati tupai tersebut. Tampak tupai itu mematung kemudian bergetar hebat. Ia ketakutan. Ia tahu kalau Feroya bukan manusia, “aku akan melakukan sesuatu.”

Ayah yang tahu kalau emosi Feroya sedang tak terkendali segera berlari menuju kamarnya. Ia memberi tanda pada tupai tersebut untuk pergi sedang Feroya masih mengeluarkan cahaya putihnya. Cahaya itu tak juga kunjung padam bahkan ketika Ayah menenangkannya. ‘putri kecilku akan menjadi sangat kejam jika ia salah langkah’

Kemudian Mama yang mendengar ada keributan ikut menenangkan Feroya. Tampak tanda-tanda penuaan darinya. Usianya hampir memasuki kepala empat. Sedangkan suaminya masih tampak muda begitupun dengan putri kecilnya yang akan tetap muda. Tentu saja, mereka berbeda.

“Sayang, tenangkan dirimu. Lihat Mama,” ia memegang pipi Feroya, Feroya mulai melunak. Perlahan, cahaya itu padam. Tatapan mata Feroya berubah normal, “Mama akan membuatkan sesuatu agar kamu lebih tenang.”

Ayah duduk disamping Feroya. Ia mengingatkan putrinya agar terus belajar mengontrol emosinya karena jika hal buruk terjadi, hati Feroya akan terluka.

“Kenapa aku berbeda? Orang-orang mengatakan kalau aku itu sempurna. Sangat sempurna. Tapi, aku sadar kalau sejujurnya, aku berbeda dengan mereka. Sampai kapan aku harus menyembunyikan ini dari orang lain? Terutama, menyembunyikan dari teman-temanku.” Ucapnya tenang, tanpa amarah ataupun kesedihan.

Mendengar putrinya bicara seperti itu, Ayah mengerti kalau hidup Feroya lebih berat dibandingkan dirinya yang bertahan di dunia manusia. Itu karena saat Feroya marah, ia bisa membahayakan dunia manusia juga membahayakan dunia BE.

“Ayah, orang-orang di BE sama sepertiku dan ayah bukan? Aku ingin tinggal disana. Mungkin disana, aku bisa jujur dengan identitasku sebenarnya,” ia mengutarakan keinginannya saat ini tapi Ayah menolak karena tetap saja Feroya berbeda dengan penduduk di BE. Bukan karena Feroya lahir dari campuran manusia dan mahluk BE tapi karena memang Feroya ditakdirkan berbeda oleh alam, “baik, karena dari semua, hanya aku yang memiliki cahaya putih bukan biru seperti ayah.”

Kaki Feroya melangkah mendekati pintu. Ia meminta ayahnya keluar agar dapat menenangkan pikiran. Ayah pun keluar kemudian teringat kejadian beberapa tahun lalu ketika seorang wanita paruh baya mengendarai sebuah mobil dan bertabrakan dengan motor kesayangan Feroya. Gadis itu marah. Ia menatap tajam wanita itu kemudian berkedip, seketika wanita itu kehilangan nyawanya. Dan setelahnya, Feroya menyesal. Ia benar-benar kesulitan mengontrol emosinya ketika sesuatu yang ia sayangi dirusak.

**

“Feroya! Feroya!” seseorang berlari mengejar Feroya, “aku hanya ingin mengembalikkan ini. Sampai bertemu dikelas. Kuharap, kita masih berteman,” cowok itu tak lain mantan pacar Feroya sekaligus teman sekelas Feroya. Mereka baik-baik saja bahkan putus dengan baik-baik. Dalam hati kecil Feroya, ia hanya takut ketika ia menjalin hubungan lebih jauh yang mengakibatkan identitasnya terungkap. Ia takut kehilangan dan ia sangat membenci kehilangan.

Didalam kelas, Feroya memilih lebih banyak diam. Sesekali ia memperhatikan mantan pacarnya kemudian berusaha meyakinkan dirinya kalau semua ini baik-baik saja toh ia belum sempat jatuh cinta. ‘aku gak tau apakah nantinya aku akan hidup dengan seorang manusia seperti ayah atau hidup dengan mahluk BE. Mengapa aku berbeda bahkan diantara mahluk sejenisku?’

“Feroya, ada apa?” tanya temannya, “biasanya seorang Feroya sangat ceria tapi hari ini terasa aneh.”


Tak ada jawaban yang diberikan Feroya. Ia memilih bisu.

**

Ayah kedatangan seorang tamu yang tampak jelas kalau matanya sesekali bercahaya biru. Tentu, ia mahluk BE. Kedatangannya membuat istrinya kesal dan memilih untuk tak menyapa tamu tersebut. Sedangkan Ayah sudah tahu kalau akan ada saatnya hal seperti ini terjadi.

“Putrimu harus kembali setidaknya ia pernah menginjakkan kaki di tanah BE.” Pria itu memberikan beberapa lembaran kertas berisi surat kepemilikan sebuah rumah kecil di daerah pinggiran BE, “anak-anak yang terlahir dari percampuran manusia dan mahluk seperti kita setidaknya harus pernah menginjakkan kaki di BE. Seperti putriku juga dan kini putriku memilih tinggal disana.”

Pikiran ayah bimbang. Siapapun tak ada yang tahu kalau putrinya berbeda dengan mahluk BE lainnya dan ayah selalu ingin menyembunyikan itu. Ia tahu jika nyawa Feroya dalam bahaya dan akan menimbulkan pertentangan di BE.

“Pikirkanlah. Jika menolak, prajurit kerajaan akan menghukum dirimu dan putrimu.” Pria tersebut ingin pamit pergi tapi tiba-tiba Feroya menampakkan wajahnya. Ia tersenyum menyapa pria tersebut. Pria tersebut tersenyum dan mengatakan kalau Feroya mirip dengan putrinya yang jarang menampakkan sinar biru matanya, “percampuran manusia dan mahluk BE memang mengesankan. Datanglah ke BE, banyak anak-anak sepertimu dan kamu tidak akan dikucilkan.”

“Bailah. Aku akan datang sendiri.”

Mendengar keputusan Feroya, Ayah tak bisa menghentikannya. Ia tersenyum pada putrinya kemudian setelah pria itu pergi, ayah memberikan beberapa penjelasan serta penekanan agar Feroya harus menyembunyikan sinar putihnya apapun yang terjadi.

“Artinya aku gak boleh marah, gak boleh sedih, gak boleh dendam, gak boleh dengan sengaja mengeluarkannya, dan sebagainya. Aku ingat itu karena sudah 16 tahun aku menyembunyikan itu.” Feroya memeluk ayahnya, “aku gak tau semenyeramkan apa BE itu karena mereka akan membunuhku dan ayah kalau aku gak tinggal disana walau hanya sesaat. Bagaimanapun juga, aku harus menginjakkan kaki disana lalu aku kembali ke rumah, dan kita akan tetap hidup.”

Senyum ayah mengembang kemudian ayah meminta agar Feroya memperbaiki cara bicaranya tersebut tapi Feroya menolak, “Ayah, menurut buku peraturan BE, anak yang lahir dari darah campuran hanya akan menjadi orang pinggiran di BE. Bukankah itu sangat baik jadi aku gak perlu banyak berinteraksi dengan orang bahkan bicara sopan.” Mendengarnya, ayah tetap mengingatkan agar Feroya bicara dengan hormat terhadap para penduduk BE, “ya, baiklah. Aku mencintaimu, Ayah.”

Tak menunggu waktu lama, Feroya mengemasi beberapa barang yang diperlukan kecuali pakaian karena pakaian disana akan berbeda. Berbeda dengan Ayah, Mama justru mengatakan pada Feroya jika dalam keadaan bahaya maka Feroya boleh mengeluarkan cahaya putihnya dan melakukan apapun untuk menyelamatkan dirinya.

“Mama tahu, kamu dapat menghancurkan BE saat emosi kamu berada di titik tertinggi. Walaupun Mama khawatir tapi Mama senang karena kamu bisa melindungi dirimu. Dan, berhati-hatilah dengan orang-orang disana, Mama takut jika ada yang berpura-pura baik kemudian menghancurkanmu.” Ucap Mama begitu khawatir karena ia tahu ketika identitas Feroya diketahui maka akan ada orang-orang yang berniat jahat.

“Aku mencintai Mama. Tenang saja, aku akan baik.”


Ketika Ayah mengatakan akan mengantar Feroya ke BE, ia menolaknya. Ia tahu caranya kesana seorang diri. Dengan terpaksa, Ayah membiarkan Feroya pergi bersama serbuk putih.

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


 Sistem Informasi Manajemen adalah sistem informasi yang dibutuhkan sebuah organisasi dengan pengolahan seluruh transaksi yang mendukung fungsi manajemen dalam pengambilan sebuah keputusan. Sistem Informasi Manajemen Meliputi metode dan upaya yang terorganisasi dalam menjalankan fungsi pengumpulan data baik dari dalam atau dari luar organsasi dan mempergunakan komputer dalam prosesnya untuk bisa menghasilkan lalu menyajikan informasi kekinian, akurat, tepat, dan cepat untuk semua pihak yang berkepentingan dalam pengambilan sebuah keputusan manajemen Definisi Manajemen Menurut Para Ahli :
Donald W. Kroeber mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen sebagai sejumlah proses dalam menyajikan informasi kepada para manajer yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta pengambilan sebuah keputusan didalam suatu organisasi.Senada Dengan Donald W. Kroeber, Gordon B. Davis juga mengatakan hal yang senada, Gordon B. Davis mengartikan Sistem Informasi Manajemen sebagai sebuah sistem yang terintegrasi dimana sistem tersebut menyajikan informasi yang berguna untuk menunjang operasional manajemen dan berfungsi sebagai bahan pengambilan sebuah keputusan dalam suatu organisasi. Sistem yang dimaksud memanfaatkan perangkat lunak dan perangkat keras komputer serta prosedur prosedur yang bersifat manual seperti model untuk analisa, perencanaan, pengawasan serta pengambilan suatu keputusan.

Kamis, 15 Oktober 2015

Resume Tugas Mata Kuliah Perekonomian Indonesia (Indikator Geografis, Sosial, dan Ekonomi Perekonomian Indonesia)


NAMA                         : Aula Nurul Ma’rifah
NPM                            : 1321040240
KELAS/SMTR/JURUSAN         : E/5/Ekonomi Syariah


A.    Indikator Geografis
Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 51 Tahun 2007, Indikator Geografis didefinisikan sebagai suatu tanda dari produk yang dikarenakan pengaruh lingkungan geografisnya, baik itu faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari keduanya, memberikan ciri dan kualitas khusus pada produk tersebut. Sederhananya, Indikator Geografis adalah nama geografis dari produk yang hanya bisa diproduksi pada suatu daerah geografis tertentu.
Contoh produk Indikator Geografis salah satunya adalah Kopi Arabika Gayo. Nama Gayo adalah daerah geografis tempat kopi arabika tersebut diproduksi, dan karena pengaruh dari faktor lingkungan geografis daerah tersebut, maka kopi arabika yang diproduksi memiliki kekhasan yang tidak bisa ditiru oleh kopi arabika dari daerah lain.
Meskipun biji kopi arabika dibibitkan dan ditanam di daerah lain, misalnya di Jawa, kualitas kopi arabika yang dihasilkan akan berbeda. Mengapa? Karena kondisi geogarafisnya berbeda, mulai dari struktur tanah, kondisi curah hujan, temperatur, dan lain-lain berbeda dengan kondisi geografis Dataran Tinggi Gayo.

B.     Indikator Sosial
Indikator Sosial adalah HDI (Human Development Index) dan PQLI (Physical Quality Life Index) atau indeks mutu hidup.
a. Indikator Sosial sebagai alternatif indicator pembangunan
GNP per kapita sebagai ukuran tingkat kesejahteraan mempunyai banyak kelemahan. Kelemahan umum yang sering dikemukakan adalah tingkat memasukkan produksi yang tidak melalui pasar seperti dalam perekonomian subsisten, jasa ibu rumah tangga, transaksi barang bekas, kerusakan lingkungan, dan masalah distribusi pendapatan. Akibatnya bermunculan upaya untuk memperbaiki maupun menciptakan indicator lain sebagai pelengkap ataupun alternatif dari indicator kemakmuran yang tradisional.
Daftar indicator kunci pembangunan sosial-ekonomi versi UNRISD
·     Harapan hidup
·     Persentase penduduk di daerah sebanyak 20.000 atau lebih
·     Konsumsi protein hewani per kapita per hari
·     Kombinasi tingkat pendidikan dasar dan menengah
·     Rasio pendidikan luar sekolah
·     Rata-rata jumlah orang per kamar
·     Sirkulasi surat kabar per 1000 penduduk
·     Persentase penduduk usia kerja dengan listrik, gas, air, dsb
·     Produksi pertanian per pekerja pria di sector pertanian
·     Persentase tenaga kerja pria dewasa di pertanian
·     Konsumsi listrik, kw per kapita
·     Konsumsi baja, kg per kapita
·     Konsumsi energi, ekuivalen kg batubara per kapita
·     Persentase sector manufaktur dalam GDP
·     Perdagangan luar negeri per kapita
·     Persentase penerima gaji dan upah terhadap angkatan kerja.
b. Indeks Mutu Hidup (PQLI)
Untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat, Morris D. Morris memperkenalkan Physical Quality Life Index (PQLI), yang lazim diterjemahkan sebagai indeks Mutu Hidup (IMH). PQLI merupakan indeks komposit (gabungan) dari 3 indikator yaitu :
·     Harapan hidup pada usia satu tahun
·     Angka kematian
·     Tingkat melek huruf.
Untuk masing-masing indicator, kinerja ekonomi suatu Negara dinayatakan dalam skala 1 hingga 100, di mana 1 merupakan kinerja terjelek, sedang 100 adalah kinerj terbaik.

c. Human Development Index (HDI)
Seperti halnya PQLI, HDI mencoba merangking semua Negara dalam skala 0 (sebagai tingkatan pembangunan manusia yang terendah) hingga 1 (Pembangunan manusia yang tertinggi) berdasarkan atas 3 tujuan atau produk pembangunan , yaitu :
-            Usia panjang yang diukur dengan tingkat harapan hidup
-            Pengetahuan yang diukur dengan rata-rata tertimbang dari jumlah orang dewasa yang dapat membaca (Diberi bobot dua pertiga) dan rata-rata tahun sekolah (diberi bobot sepertiga)
-            Penghasilan yang dikur dengan pendapatanper kapita riil yang telah disesuaikan, yaitu disesuaikan menurut daya beli mata uang masing-masing Negara dan asumsi menurunnya utilitas marginal penghasilan dengan cepat.

Kisaran antara nilai minimum dan maksimum untuk indicator yang tercakup sebagai komponen HDI adalah (UNSFIRS, 2000) :
·     Harapan hidup kelahiran                                 : 25 – 85 (Standar UNDP)
·     Tingkat melek huruf                                        : 0 – 100 (Standar UNDP)
·     Rata-rata lama sekolah                                    : 0 – 15 (Standar UNDP)
·     Konsumsi per kapita yang disesuaikan           : 300.000 – 732.720

C.    Indikator Ekonomi
 adalah GNP (GNI) per kapita laju pertumbuhan ekonomi, GDP per kapita dengan purchasing power parity.
Bank dunia (2003) mengklasifikasikan Negara berdasarkan tingkatan GNI per kapitanya sebagai berikut :
a. Negara berpenghasilan rendah (Low-income economies) adalah kelompok Negara-negara dengan GNI per kapita kurang atau sama dengan US$ 745 pada tahun 2001.
b. Negara berpenghasilan menengah (Middle-income economies) adalah kelompok Negara-negara dengan GNI per kapita lebih dari US$ 745 namun kurang dari US$ 8.626 pada tahun 2001. dalam kelompok Negara berpenghasilan menengah dibagi menjadi :
·         Negara berpenghasilan menengah papan bawah (Lowe-middle-income economies) dengan GNI per kapita antara US$ 746 hingga US$ 2.975.
·         Negara berpenghasilan menengah papan atas (Upper-income economies) dengan GNI per kapita antara US$ 2.976 hingga US$ 9.205
c. Negara berpenghasilan tinggi (High-income economies) adalah kelompok Negara-negara dengan GNI per kapita US$ 9.206 atau lebih pada tahun 2001
d. Dunia (world) meliputi semua Negara di dunia, termasuk Negara-negara yang datanya langka dan dengan penduduk lebih dari 30.000 jiwa.

Namun pada umumnya, Negara sedang berkembang (NSB)memiliki karakteristik yang relative sama yaitu :
a. Tingkat kehidupan rendah dengan ciri penghasilan rendah, ketimpangan distribusi pendapatan tinggi, rendahnya tingkat kesehatan dan pendidikan.
b. Tingkat produktivitasnya rendah
c. Pertumbuhan penduduk dan beban ketergantungannya tinggi
d. Tingkat pengangguran dan setengah mengganggunya tinggi dan cenderung meningkat.
e. Ketergantungan terhadap produksi pertanian dan ekspor produk primer demikian signifikan.
f. Dominan, tergantung, dan rentan dalam hubungan internasional.


TUGAS EKONOMI PEMBANGUNAN - Pengaruh Dualisme (Konsep, Pengaruh, dan Analisisnya)

KONSEP DUALISME
Dualisme merupakan suatu konsep yang sering dibicarakan dalam ekonomi pembangunan terutama kalau kita membicarakan kondisi sosial-ekonomi NSB. Konsep ini menunjukkan adanya perbedaan antara bangsa-bangsa kaya dan miskin, dan perbedaan antara berbagai golongan masyarakat yang terus meningkat. Konsep dualisme mempunyai 4 unsur pokok yaitu :
1. Dua keadaan yang berbeda di mana sebagian bersifat "superior" dan lainnya bersifat "inferior" yang bisa hidup berdampingan pada ruang dan waktu yang sama. Misalnya hidup berdampingannya antara metoda produksi moderen dan tradisional pada sektor perkotaan dan pedesaan, antara orang kaya berpendidikan tinggi dengan orang miskin yang tidak berpendidikan sama sekali, antara negara-negara industri yang kuat dan kaya dengan negara-negara lemah. Semua itu merupakan penjelmaan dari keadaan yang dualistis.
2. Kenyataan hidup berdampingan itu bersifat kronis dan bukan transisional. Keadaan tersebut bukan fenomena yang sementara, yang karena waktu, perbedaan antara keadaan yang superior dengan inferior itu akan hilang dengan sendirinya. Dengan kata lain, hidup berdampingannya antara kemakmuran dan kemiskinan secara internasional bukanlah suatu fenomena yang sederhana yang bisa hilang karena proses waktu semata.
3. Derajat superioritas atau inferioritas itu tidak menunjukkan kecenderungan yang menurun, bahkan terus meningkat. Misalnya, perbedaan produktivitas antara industri-industri di negara maju dengan di NSB tampak semakin jauh dari tahun ke tahun.
4. Keterkaitan antara unsur superior dan unsur inferior tersebut menunjukkan bahwa keberadaan unsur superior tersebut hanya berpengaruh kecil sekali atau bahkan tidak berpengaruh sama sekali dalam mengangkat derajat unsur inferior. Bahkan kenyataannya, unsur yang superior tersebut sering kali justru menyebabkan timbulnya kondisi keterbelakangan (underdevelopment).
Berdasarkan konsep-konsep di atas, maka dualisme dapat dibedakan dalam beberapa macam yaitu :
a. Dualisme Sosial
Dikemukakan oleh profesor Boeke, yang mengatakan bahwa di dalam suatu masyarakat mungkin terdapat dua sistem sosial yang sangat berbeda. Kedua-duanya wujud secara berdampingan dimana yang satu tidak dapat sepenuhnya menguasai yang lainnya. Sistem sosial yang satu modern sedang yang lainnya tradisional. Sistem sosial yang lebih modern ini terutama berasal dari negara-negara barat.

b. Dualisme Teknologi
Dalam menelaah mengenai dualisme di negara berkembang dua ahli ekonomi yaitu Higgins dan Myint telah melakukan suatu studi tentang dualisme ini. Higgins menekankan kepada adanya dualisme di bidang teknologi. Yang dimasud dengan dualisme teknologi adalah suatu keadaan dimana di dalam sesuatu bidang kegiatan ekonomi tertentu digunakan teknik memproduksi dan organisasi produksi yang sangat berbeda sekali coraknya, dan mengakibatkan perbedaan yang besar sekali dalam tingkat produktivitas.

c. Dualisme Finansial
Sedang Myint lebih banyak menyoroti masalah lembaga keuangan di negara berkembang. Analisa Myint mengenai pasar yang yang melahirkan adanya dualisme finansiil. Pengertian itu dapat dijelaskan dalam dua golongan yaitu : a) adanya pasar uang yang memiliki organisasi yang sempurna (organized money market), b) adanya pasar uang yang tidak terorganisir sama sekali (unorganization money market).
Untuk pasar uang yang pertama meliputi Bank-bank komersiil dan Badan-badan keuangan lainnya. Hal ini terutama terdapat dikota-kota besar dan pusat-pusat perdagangan. Sedang pasar uang jenis yang kedua adalah bentuk pasar uang yang bukan berbentuk institusional terdiri dari tuan-tuan tanah, pedagang-pedagang perantara. Biasanya pasar uang jenis ini sangat menonjol untuk daerah pedesaan yang terkenal dengan renternir dan sistem ijon. Adanya kebutuhan yang mendesak akan uang mengakibatkan cara tersebut yang mudah dijangkau oleh masyarakat di pedesaan.
d. Dualisme Regional
Pada tahun 1960 an banyak orang mulai membicarakan mengenai masalah dualisme regional. Yang dimaksud dengan dualisme regional ini adalah ketidakseimbangan tingkat pembangunan di berbagai daerah dalam suatu negara. Akibat dari ketidakseimbangan dalam pembangunan mengakibatkan adanya jurang perbedaan tingkat kesejahteraan antar berbagai daerah dan selanjutnya menimbulkan masalah sosial dan politik. Sebagai contoh misal dualisme antara kota dengan desa, dualisme antara Pemerintahan Pusat dengan Pemerintahan Daerah.
Adanya berbagai macam tersebut jelas kurang menguntungkan bagi pembangunan, sebab akibat yang dapat ditimbulkan dapat berupa ada perbedaan yang menyolok antara golongan kaya dan miskin dimana perbedaan ini semakin lama semakin melebar dengan distribusi pembagian pemerataan pendapatan menjadi timpang. Di samping itu kemajuan di bidang teknologi juga akan memberikan pengaruh terhadap tingkat kesempatan kerja yang ada. Dualisme teknologi melahirkan akibat buruh terhadap lajunya pembangunan dan kaharmonisan proses pembangunan.


PENGARUH DUALISME DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
Dualisme terkait sekali dengan adanya dua kekuatan berbeda yang hidup berdampingan dalam waktu yang sama. Dalam uraian diatas telah dijelaskan mengenai beberapa jenis dualisme yang berkembang dalam Negara Sedang Berkembang (NSB). Mulai dari sistem sosial, ekologis, teknologi, finansial sampai regional, semuanya di pengaruhi oleh sistem dualisme ini.
Akibat adanya dua unsur yang berbeda, tidak dapat dipungkiri bahwa dualisme ini memberikan efek yang negatif dalam perekonomian yang perkembangannya masih belum begitu tinggi. Seperti halnya pada negara yang sedang berkembang. Sebagian besar kegiatan-kegiatan ekonomi pada negara berkembang masih dilaksanakan dengan menggunakan teknik-teknik yang sederhana dan tradisional. Konsep tradisional ini tentunya akan membawa dua dampak yang mendasar dalam sistem perekonomian serta sistem sosial yang ada pada masyarakat. Pertama, dengan sistem yang masih tradisional produktivitas yang dihasilkan akan rendah. Kedua, terbatasnya usaha yang menuju ke arah pembaharuan atau perubahan. Adanya sikap takut akan pembaharuan, akan mengakibatkan produktivitas yang rendah tidak akan mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini akan membawa dampak yang kurang baik terhadap mekanisme pasar, atau yang biasa kita sebut dengan ketidak sempurnaan pasar.
Dalam pasar yang sempurna, faktor-faktor produksi memiliki mobilitas yang tinggi dan dapat saling menggantikan satu sama lain. Hal ini tidak terjadi di negara yang memiliki ketidaksempurnaan pasar. Adanya sektor tradisional dan sektor modern menyebabkan adanya perbedaan tingkat upah yang diterima oleh setiap individu. Penguasaan teknologi menjadi dasar dalam menghitung upah setiap orang dan pendidikan serta keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam bekerja akan menjadi penentu upah bagi masing-masing individu.
Selain itu, ketidaksempurnaan pasar sering kali disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai keadaan pasar. Para pekerja tidak menyadari tentang adanya kesempatan kerja yang lebih baik di sektor atau di daerah lain. Para petani tidak mengetahui adanya cara untuk meningkatkan produksi dan para pengusaha tidak menyadari kemungkinan untuk mengembangkan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Adanya kuasa monopoli dalam perdagangan di sektor tradisional merupakan salah satu contoh ketidaksempurnaan pasar di negara miskin.
Dalam suatu pasar yang sempurna, para pelaku ekonomi dianggap rasional. Artinya, setiap orang akan berusaha mencapai tingkat kepuasan maksimum. Pengamatan yang dilakukan di NSB menunjukkan hasil yang sebaliknya, yaitu masyarakat tidak berusaha untuk mencapai tujuan tersebut dan tidak responsif pada rangsangan baik yang terjadi dalam pasar. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa sikap masyarakat terhadap perkembangan pasar merupakan salah satu faktor yang menimbulkan ketidaksempurnaan pasar di NSB.
Pengaruh ketidaksempurnaan pasar terhadap tingkat produksi dalam suatu masyarakat dapat ditunjukkan dengan menggunakan kurva kemungkinan produksi (produstion possibillities curve), yaitu seperti pada gambar 1.1
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzvaDMQlQzf5AGVB0x7OxUOzaLwvjJt7FnlwD5u7-q2Hm7hoyFqPBkELEbuj8QCpRZZVQx_QdcO8Z7q9ChbAQqkRoHf8FqAKg2_UF1C0llqO_XZ9yVK4m6wwsqte4LQIBk-BcdngY9X18/s1600/mn.jpg

Gambar I.I

Kurva AB adalah kurva kemungkinan produksi negara yang tingkat pembangunannya relatif rendah, sedangkan kurva PQ menggambarkan kurva kemungkinan produksi suatu negara yang sudah maju. Kurva kemungkinan produksi ini menunjukkan kemampuan maksimum suatu negara untuk menghasilkan barang industri, barang pertanian atau kombinasi dari golongan barang tersebut. Apabila gabungan barang industri dan barang pertanian ditunjukkan dalam oleh salah satu titik pada kurva tersebut, maka keadaan itu berarti bahwa sumber daya di negara tersebut digunakan secara penuh (full employment). Negara yang lebih maju kemampuan memproduksinya lebih besar daripada negara yang lebih miskin. Oleh karenanya kurva kemungkinan produksinya (PQ) adalah lebih jauh dari titik O jika dibandingkan dengan kurva kemungkinan produksi dari negara yang lebih miskin (AB).
Walaupun kemampuan negara yang relatif miskin dalam memproduksi barang pertanian dan barang industri lebih terbatas, negara yang seperti itu sering kali tidak mampu mencapai batas produksi maksimalnya. Salah satu sebabnya yang penting adalah karena adanya ketidaksempurnaan pasar. Pada umumnya tingkat produksi yang dicapai dalam negara yang relatif miskin adalah pada titik dibawah kurva kemungkinan produksi AB, misalnya pada titik M. Apabila tingkat produksi seperti yang ditunjukkan oleh titik M, maka keadaan tersebut menunjukka bahwa walaupun tidak dilakukan perbaikan dalam teknologi, akan tetapi apabila dilakukan perbaikan dalam bidang institusional dan organisasi produksi, jumlah produksi dapat diperbesar lagi. Berarti tingkat produksi yang baru akan ditunjukkan oleh titik-titik yang terletak lebih dekat dari kurva AB atau pada kurva itu. Keadaan yang baru ini misalnya adalah seperti yang ditunjukkan oleh titik N1atau N2 yang berarti bahwa tingkat produksi nasional telah bertambah tinggi. Titik N1meunjukkan bahwa tingkat produksi barang pertanian menjadi lebih tinggi, sedangkan titik N1 menggambarkan bahwa pertambahan produksi yang terjadi di sektor industri.
Negara miskin, selain kemampuannya dalam memproduksi produk pertanian dan produk industri yang masih relatif terbatas, juga seringkali tidak mampu mencapai batas produksi yang maksimal. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya ketidaksempurnaan pasar. Di samping adanya beberapa pengaruh negatif dari adanya dualisme sosial terhadap pembangunan, selanjutnya sering dinyatakan pula bahwa adanya dualisme dalam tingkat teknologi yang digunakan dapat menimbulkan dua keadaan yang mungkin mempengaruhi lajunya tingkat pembangunan ekonomi.
·   Pertama, dualisme teknologi terlahir sebagai akibat dari perusahaan modal asing atas sektor modern, sebagian besar dari keuntungan yang diperoleh dari modal asing akan dibawah ke luar negeri.
·   Kedua, dualisme teknologiakan membawa tiga dampak negatif, yaitu: membatasi kemampuan sektor modern dalam menciptakan kesempatan kerja, membatasi kemampuan sektor pertanian untuk berkembang, memperburuk masalah pengangguran.
Jika hambatan hambatan-hambatan yang ditimbulkannya terhadap perkembangan kesempatan kerja dan perkembangan sektor pertanian, dan terdapatnya kemungkinan untuk mempercepat perkembangan produksi diposisikan sederajat, kemudian perbandingan efek positif dan negatif yang ditimbulkan, maka dualisme teknologi tidaklah salah dan tidak memperkukuh kemiskinan yang ada di NSB (negara sedang berkembang). Tanpa adanya sektor modern, NSB mungkin akan mengelami pertumbuhan yang lebih lambat daripada yang telah dicapainya pada masa lalu.


ANALISIS KONSEP DUALISME TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI
Seperti tertulis diatas, dualisme sendiri sudah jelas menunjukkan adanya perbedaan antara bangsa-bangsa kaya dan miskin, dan perbedaan antar golongan masyarakat yang terus meningkat.
Dalam 4 unsur pokok konsep dualisme, terdapat dua keadaan yang berbeda dimana sebagian besifat superior dan yang lain inferior dan bisa hidup berdampingan dalam waktu dan ruang yang sama. Hal ini juga menunjukkan bahwa kenyataan hidup berdampingannya antara kemakmuran dan kemiskinan secara internasional bukan sesuatu yang dalam hilang karena proses waktu semata. Dapat kita lihat pada kenyataannya sendiri perbedaan produktivitas industri-industri di negara maju dengan di negara sedang berkembang tampak semakin jauh dari tahun ketahun. Hal ini karena adanya keterkaitan antara unsur superior dan unsur inferior yang menunjukkan keberadaan unsur superior hanya berpengaruh kecil atau bahkan tidak berpengaruh sama sekali dalam mengangkat derajat unsur inferior.
Lalu, bagaimanakah efeknya terhadap negara sedang berkembang? Jelas tidak dapat dipungkiri bahwa akan memberikan efek negatif dalam perekonomian yang perkembangannya masih belum begitu tinggi. Di negara sedang berkembang sendiri, sebagian besar kegiatan ekonominya masih menggunakan teknik yang sederhana atau dalam kata lain tradisional.
Dengan menggunakan teknik-teknik yang tradisional atau sangat sederhana menyebabkan produktivitas rendah, dan pola pikir tradisional menyebabkan usaha-usaha untuk mengadakan perubahan atau pembaharuan sangat terbatas. Kemudian, adanya keterbatasan usaha yang menuju ke arah pembaharuan yang mana keterbatasan ini timbul akibat adanya sikap takut akan pembaharuan yang mengakibatkan produktivitas tidak akan mengalami perubahan (peningkatan) dimasa yang akan datang atau tidak akan mengalami perubahan yang berarti dari masa ke masa.
Kemudian, apa yang akan terjadi? Tentu akan berdampak kurang atau bahkan tidak baik terhadap mekanisme pasar atau ketidaksempurnaan pasar. Jika dalam pasar yang sempurna faktor-faktor produksi memiliki mobilitas tinggi dan saling menguntungkan satu sama lain, ini tak akan terjadi di negara yang memiliki ketidaksempurnaan pasar.
Dikarenakan adanya sektor tradisional dan sektor modern menyebabkan adanya perbedaan tingkat upah yang diterima tiap-tiap individu dimana penguasaan teknologi menjadi dasar dalam menghitung upah setiap orang. Dan, pendidikan serta keterampilan seseorang dalam bekerja akan menjadi penentu upah bagi tiap-tiap individu. Ditambah lagi, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai keadaan sehingga para pekerja tidak menyadari adanya kesempatan kerja yang lebih baik di sektor atau di daerah lain. Dan, orang-orang yang bekerja disektor pertanian tidak mengetahui cara untuk meningkatkan produksi serta tidak menyadari kemungkinan untuk mengembangkan pasar dalam maupun luar negeri.
Dapat dikatakan dalam hal ini, sikap masyarakat terhadap perkembangan pasar merupakan salah satu faktor yang menimbulkan ketidaksempurnaan pasar di negara sedang berkembang (NSB). Akibat dari berbagai macam keadaan yang menimbulkan ketidaksempurnaan pasar menyebabkan sumberdaya-sumberdaya yang terdapat di negara sedang berkembang (NSB) tidak dapat digunakan secara efisien.
Tentu hal tersebut tidak saja menimbulkan pengangguran pada berbagai sumberdaya, tetapi juga mengakibatkan penggunaan sumberdaya tersebut tidak selalu diarahkan kepada sektor dan kegiatan yang potensi pekembangannya relatif lebih baik.
Disamping itu, terdapat juga pengaruh dualisme dalam tingkat teknologi dimana dualisme teknologi ini terlahir sebagai akibat dari perusahaan modal asing atas sektor modern yangmana sebagian besar keuntungannya akan dibawa ke luar negeri. Dalam hal ini juga, dapat membatasi kemampuan sektor modern dalam menciptakan kesempatan kerja, membatasi kemampuan sektor pertanian, dan memperburuk masalah pengangguran. Sehingga, meskipun prinsipnya pembangunan itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat, namun realitasnya manfaat pembangunan seringkali hanya dinikmati oleh segolongan kecil penduduk negara sedang berkembang (NSB). Hal ini dapat menyebabkan adanya jurang tingkat pendapatan semakin bertambah dan pembangunan belum sanggung menciptakan kesempatan kerja yang seimbang dengan pertambahan tenaga kerja, sehingga tingkat pengangguran semakin buruk.
Jika hambatan-hambatan yang ditimbulkannya terhadap perkembangan kesempatan kerja dan perkembangan sektor pertanian, dan terdapatnya kemungkinan untuk mempercepat perkembangan produksi diposisikan sederajat, kemungkinan perbandingan efek positif dan negatif yang ditimbulkan, maka dualisme ini tidaklah salah dan tidak memperkukuh kemiskinan di NSB (negara sedang berkembang). Tanpa adanya sektor modern, NSB mungkin akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat daripada yang telah dicapainya pada masa lalu.











Sumber Bacaan :
-          BAB 10 ‘Masalah Dualisme Pembangunan’ Rowland B. F. Pasaribu
-          http://Kusumarini-endah.blogspot.co.id/ dengan judul ‘Dualisme dalam Perekonomian’ , post November 2013
-          http://mosok-kita.blogspot.co.id/ dengan judul ‘Masalah Dualisme Pembangunan’, post Desmber 2014




*) maaf kalau analisisnya sedikit muter-muter




Earning Per Share

a.      Definisi Earning Per Share Earning Per Share (EPS) atau pendapatan perlembar saham adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberik...