sudah dihapus
Sabtu, 15 November 2014
Catatan Manis
Ini lucu.
Gue gak tau kenapa dosennya bisa buat gue satu tim dalam pembuatan tugas sama ke-6 temen gue dimana, kita semua saling tau rahasia masing-masing.
Yaa rahasia yang buat kita kalau ngebahas itu ngakak-malu atau entahlah. Sudah, seperti itu pokoknya.
Diawali dengan Dewi Aqliyyah yang HP punya diaaa itu diobrak-abrik dan menemukan sesuatu yang sebenernya gak ada masalahnya cuman lucu. Tapi dari situ ketauan rahasia Dewi Tradena. Yaa sama-sama dewi.
Kemudian berlanjut lagi ke rahasianya Anggun tentang seseorang.
Kemudian lagi berlanjut ke Walia.
Kemudian lagi berlanjut ke yaa, gue lah.
Lucu.
Alhasil ya begitulah.
Gue gak tau kenapa dosennya bisa buat gue satu tim dalam pembuatan tugas sama ke-6 temen gue dimana, kita semua saling tau rahasia masing-masing.
Yaa rahasia yang buat kita kalau ngebahas itu ngakak-malu atau entahlah. Sudah, seperti itu pokoknya.
Diawali dengan Dewi Aqliyyah yang HP punya diaaa itu diobrak-abrik dan menemukan sesuatu yang sebenernya gak ada masalahnya cuman lucu. Tapi dari situ ketauan rahasia Dewi Tradena. Yaa sama-sama dewi.
Kemudian berlanjut lagi ke rahasianya Anggun tentang seseorang.
Kemudian lagi berlanjut ke Walia.
Kemudian lagi berlanjut ke yaa, gue lah.
Lucu.
Alhasil ya begitulah.
Jumat, 14 November 2014
Aneeeh
Ini hari ter-ter gak jelas buat bulan ini.
Kenapa?
Semuanya berasa aneh.
Simpel kata.
Pertama, anggun ngungkapin sesuatu ke temen gue yang anggun sendiri itu gak tau kalau si temen gue itu gak tau. Alhasil jadi tau. Yaelah ini anak ckck.
Kedua, gue dengertin seorang temen baik gue dikampus dan dia cerita panjang lebar yang gue pikir, daebak. Ini cewek mayan hebat juga untuk menerima apa adanya seorang cowok yang 'dia suka'. Yaa daebak nya itu bukan masalah nerima apa adanya atau apalah sejenisnya, ini beda kisah. Beda. Buat gue mikir, wow mungkin jadi film bagus kali ya.
Ke-tiga, gue curhat sesuatu yang OKE. Ini gak penting. Sesuatu yang jika ditulis terlalu panjang. Hihi
Ke-empat. Ini hal paling aneh. Ter-aneh. Ter-memalukan. Ter-Ter-gak jelas pokoknya. Dengan sok santainya gue nganggep orang yang 'gue kenal' lewat didepan gue itu seolah angin gak ada. Setelah dia pergi, gue langsung senyum2 sendiri ke Dewi. Kata Dewi sih anaknya masih ada disekitar situ. Ya sangka gue udah rada jauhan. Eh nyatanya cuma jarak 1 meter dan 'mungkin' dia denger tapi SEMOGA cup gak denger yeyeye. Itu senyumnya nyindir atau apa ya tadi. Duh kan.
Ke-5, gue kepikiran sama hal aneh dan abstrak tentang temen-temen SMA gue.
ke-6 saat gue sore-sore menjelang magrib ketempat sahabat gue ehh, iseng baca suatu percakapan seseorang beberapa minggu lalu dan itu. OMG holla itu rasanya ngakak luar biasa. Ini tentang gue, Amel, Iwid, Dessy, Anggi, GWP, VTA, RG, kemudian ah satu nama cewek ini disensor total saja takut orangnya ngamuk yeyeye bahaya ^^ ini benar-benar lucu yang keterlaluan lucunya. Buat gue ketawa ngakak sengakak-ngakaknya. Ini lucunya berlebihan dibanding nonton film komedi tapi endingnya yaa SAD ENDING. Holla!
ke-7 seorang temen gue nyangka hal ter-absurd yang entahlah aneh. Gue juga heran kenapa ini anak merasa gak enak hati sama gue padahal kan gue gak ada apa-apa loh gak ada apa-apa. Diminta jujur ya udah jujur mungkin kelewat jujur ^^eh jangan kelewat jujur deh ntar kelabasan malah salah jalan*abaikan yang digaris ini* yaa seperti itulah. Seperti itulah mungkin yang bisa gue katakan. Atau mungkin perlu gue tulis dalam kata-kata yang kesana kemari panjang lebar tapi intinya sama. Mungkin kalau seperti itu malah membuang-buang waktu gue buat nulis. Seperti itu.
ke-8 iseng buka sebuah tulisan dilaptop dan aaaa ada tulisan ter-aneh, ter-gak jelas, ter-ter-ter entahlah. Sulit dijelaskan. Ini seperti yaa seperti itu lah. Aneh tapi bermakna luas. Yeyeye aneh ^^ sangat luas bahkan ketika jabarkan akan menjadi kalkulus *buset lebay*
ke-9 terlintas dipikiran gue buat yaa sesuatu yang pernah gue tulis di bio twitter. Yaa mungkin tulisan itu harus diganti. Iya diganti. Karena sejak awal tulisan itu dibuat, itu udah salah. Seharusnya tulisan itu gak disana. Seharusnya tulisan itu gak gue tulis disana. Dan seharusnya. Ya! Seharusnya sejak awal memang gak ada tulisan itu. Tapi seperti kemarin, gue gak jadi ngapusnya karena males aja sih ntar-ntar aja lah kalau otak sudah tenang dan gak banyak ujian.
ke-10 ini berhubungan dengan sebuah tulisan yang seharusnya gue post 3 hari lalu tapi masih gue simpen manis di laptop. Baru 1 orang sih yang baca waktu gue buat tulisannya dan itu menjawab sebuah pertanyaan aneh yang ketika gue baca lagi tulisan itu cuma bilang 'ubah jalan cerita deh' tapi kemudian gue gak mengubah. Kenapa? Setelah dibaca-baca itu unik. Berkesan. Mengesankan. Bermakna dalam. Banyak pelajaran disana. Banyak hal yang kembali membuat gue, oke semua itu baik. Dan kemudian, gue tetep menyimpan tulisan manis itu sekarang. Mungkin nanti gue post saat yaa jalan ceritanya berubah. Seperti itulah. Kenapa bagian ini jadi hal ter-aneh hari ini? Yaaa karena gue baca! Gue baca lagi! Itu sangat-sangat aneh.
TAPI, dari hal-hal teraneh hari ini. Gue merasa seneng. Banyak ketawanya terutama salah seorang temen SMA gue bahas hal lucu yang kelewatan lucu tapi sad ending tapi sad endingnya juga lucu. Nah kan ^^ Aneh.
Sangat aneh.
Tapi lebih anehnya lagi, saat gue gak banyak menjelaskan tapi menggantung saja penjelasannya sama seorang sahabat gue karenaaa yaa itu terlalu panjang untuk dijelaskan. Yeyeye lucu
Kenapa?
Semuanya berasa aneh.
Simpel kata.
Pertama, anggun ngungkapin sesuatu ke temen gue yang anggun sendiri itu gak tau kalau si temen gue itu gak tau. Alhasil jadi tau. Yaelah ini anak ckck.
Kedua, gue dengertin seorang temen baik gue dikampus dan dia cerita panjang lebar yang gue pikir, daebak. Ini cewek mayan hebat juga untuk menerima apa adanya seorang cowok yang 'dia suka'. Yaa daebak nya itu bukan masalah nerima apa adanya atau apalah sejenisnya, ini beda kisah. Beda. Buat gue mikir, wow mungkin jadi film bagus kali ya.
Ke-tiga, gue curhat sesuatu yang OKE. Ini gak penting. Sesuatu yang jika ditulis terlalu panjang. Hihi
Ke-empat. Ini hal paling aneh. Ter-aneh. Ter-memalukan. Ter-Ter-gak jelas pokoknya. Dengan sok santainya gue nganggep orang yang 'gue kenal' lewat didepan gue itu seolah angin gak ada. Setelah dia pergi, gue langsung senyum2 sendiri ke Dewi. Kata Dewi sih anaknya masih ada disekitar situ. Ya sangka gue udah rada jauhan. Eh nyatanya cuma jarak 1 meter dan 'mungkin' dia denger tapi SEMOGA cup gak denger yeyeye. Itu senyumnya nyindir atau apa ya tadi. Duh kan.
Ke-5, gue kepikiran sama hal aneh dan abstrak tentang temen-temen SMA gue.
ke-6 saat gue sore-sore menjelang magrib ketempat sahabat gue ehh, iseng baca suatu percakapan seseorang beberapa minggu lalu dan itu. OMG holla itu rasanya ngakak luar biasa. Ini tentang gue, Amel, Iwid, Dessy, Anggi, GWP, VTA, RG, kemudian ah satu nama cewek ini disensor total saja takut orangnya ngamuk yeyeye bahaya ^^ ini benar-benar lucu yang keterlaluan lucunya. Buat gue ketawa ngakak sengakak-ngakaknya. Ini lucunya berlebihan dibanding nonton film komedi tapi endingnya yaa SAD ENDING. Holla!
ke-7 seorang temen gue nyangka hal ter-absurd yang entahlah aneh. Gue juga heran kenapa ini anak merasa gak enak hati sama gue padahal kan gue gak ada apa-apa loh gak ada apa-apa. Diminta jujur ya udah jujur mungkin kelewat jujur ^^
ke-8 iseng buka sebuah tulisan dilaptop dan aaaa ada tulisan ter-aneh, ter-gak jelas, ter-ter-ter entahlah. Sulit dijelaskan. Ini seperti yaa seperti itu lah. Aneh tapi bermakna luas. Yeyeye aneh ^^ sangat luas bahkan ketika jabarkan akan menjadi kalkulus *buset lebay*
ke-9 terlintas dipikiran gue buat yaa sesuatu yang pernah gue tulis di bio twitter. Yaa mungkin tulisan itu harus diganti. Iya diganti. Karena sejak awal tulisan itu dibuat, itu udah salah. Seharusnya tulisan itu gak disana. Seharusnya tulisan itu gak gue tulis disana. Dan seharusnya. Ya! Seharusnya sejak awal memang gak ada tulisan itu. Tapi seperti kemarin, gue gak jadi ngapusnya karena males aja sih ntar-ntar aja lah kalau otak sudah tenang dan gak banyak ujian.
ke-10 ini berhubungan dengan sebuah tulisan yang seharusnya gue post 3 hari lalu tapi masih gue simpen manis di laptop. Baru 1 orang sih yang baca waktu gue buat tulisannya dan itu menjawab sebuah pertanyaan aneh yang ketika gue baca lagi tulisan itu cuma bilang 'ubah jalan cerita deh' tapi kemudian gue gak mengubah. Kenapa? Setelah dibaca-baca itu unik. Berkesan. Mengesankan. Bermakna dalam. Banyak pelajaran disana. Banyak hal yang kembali membuat gue, oke semua itu baik. Dan kemudian, gue tetep menyimpan tulisan manis itu sekarang. Mungkin nanti gue post saat yaa jalan ceritanya berubah. Seperti itulah. Kenapa bagian ini jadi hal ter-aneh hari ini? Yaaa karena gue baca! Gue baca lagi! Itu sangat-sangat aneh.
TAPI, dari hal-hal teraneh hari ini. Gue merasa seneng. Banyak ketawanya terutama salah seorang temen SMA gue bahas hal lucu yang kelewatan lucu tapi sad ending tapi sad endingnya juga lucu. Nah kan ^^ Aneh.
Sangat aneh.
Tapi lebih anehnya lagi, saat gue gak banyak menjelaskan tapi menggantung saja penjelasannya sama seorang sahabat gue karenaaa yaa itu terlalu panjang untuk dijelaskan. Yeyeye lucu
Senin, 10 November 2014
Jatuh cinta sama K.Will
Kim Hyung Soo atau dikenal K.Will itu belakangan buat gue jatuh cinta sama dia.
Alasannya? Ah entahlah, mungkin karena gue selalu jatuh cinta sama seorang komposer wkwk
K.Will ini penyanyi multitalenta asal korea selatan. Dia bukan cuma komposer aja loh tapi juga pelatih vokal, penulis lagu, penari, daaan aktor. Suaranya K.Will itu loh wow daebak luar biasa tapi jujur gue jatuh cinta sama dia berkat sebuah lagu yang dia nyanyiin dan MV nya membuat gue bisa memahami seseorang *cieee* wkwk ini bukan memahami yang cie-cie loh tp lebih ke mengerti jalan pikiran orang yang menurut gue dulu aneh, aneh, dan aneh tapi berkat lagunya K.Will sedikit demi sedikit gue mulai mengerti.
Daebak banget kan kakak gue yang kece satu ini bisa buat gue paham begitu. Thanks banget-nget.
K.Will ini mayan udah tua soalnya lahir tahun 81 kalo gak salah dibulan desember tanggal 30. Tua yah bagi gue tapi dia tetep kakak kece kok. Yaa macem Rain walaupun udah mulai tua tapi tetep kece deh.
Yap, K.Will mulai buat gue jatuh cinta sama dia. Oppa, besok-besok kalau nyanyi yang ngena lagi yaa buat kehidupan gue. Plisss.
Ini beberapa foto K.Will gue tambahin dibawan dr berbagai sumber :


Alasannya? Ah entahlah, mungkin karena gue selalu jatuh cinta sama seorang komposer wkwk
K.Will ini penyanyi multitalenta asal korea selatan. Dia bukan cuma komposer aja loh tapi juga pelatih vokal, penulis lagu, penari, daaan aktor. Suaranya K.Will itu loh wow daebak luar biasa tapi jujur gue jatuh cinta sama dia berkat sebuah lagu yang dia nyanyiin dan MV nya membuat gue bisa memahami seseorang *cieee* wkwk ini bukan memahami yang cie-cie loh tp lebih ke mengerti jalan pikiran orang yang menurut gue dulu aneh, aneh, dan aneh tapi berkat lagunya K.Will sedikit demi sedikit gue mulai mengerti.
Daebak banget kan kakak gue yang kece satu ini bisa buat gue paham begitu. Thanks banget-nget.
K.Will ini mayan udah tua soalnya lahir tahun 81 kalo gak salah dibulan desember tanggal 30. Tua yah bagi gue tapi dia tetep kakak kece kok. Yaa macem Rain walaupun udah mulai tua tapi tetep kece deh.
Yap, K.Will mulai buat gue jatuh cinta sama dia. Oppa, besok-besok kalau nyanyi yang ngena lagi yaa buat kehidupan gue. Plisss.
Ini beberapa foto K.Will gue tambahin dibawan dr berbagai sumber :


Dampak Dicabutnya BBM Bersubsisi Terhadap Masyarakat, Kebijakan Moneter, dan Kebijakan Fiskal
Dampak Dicabutnya BBM Bersubsisi Terhadap Masyarakat, Kebijakan Moneter, dan Kebijakan Fiskal
Oleh AULA NURUL MA'RIFAH
Mahasiswi UIN LAMPUNG
NPM : 1321040240
Abstrak
Adanya rencana untuk mencabut subsidi BBM
oleh pemerintahan yang baru yaitu pemerintahan Jokowi-JK menuai pro dan kontra
masyarakat. Bila pemerintah mencabut subsidi BBM yang berarti harga BBM
otomatis naik, hal ini tentu sangat membebani masyarakat terutama masyarakat
miskin yang selalu terkena dampak akibat kebijakan tersebut. Kebijakan publik yang diambil pemerintah kali ini berimplikasi
pada penghematan APBN yang akan dialokasikan pada sektor lain. Namun dampak
pencabutan subsidi belum dapat dipastikan memakmurkan masyarakat atau tidak
karena pengalihan subsidi juga ditakutkan tidak tepat sasaran. Pemakaiaan BBM
dari tahun ke tahun yang meningkat selalu diimbangi dengan laju pertumbuhan
kendaraan yang mana bahan bakarnya salah satu alasan pembengkakan APBN,
sehingga perlu dilakukan pengkajian guna penerapannya baik secara proses maupun
ketersediaan bahan baku yang akan digunakan sebagai sumber energi alternatif
serta bagaimana pengalihan subsidi tersebut terhadap masyarakat luas.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kontroversi
pencabutan subsidi BBM bermula dari
tujuan pemerintahan yang baru untuk mengurangi beban APBN serta karena BBM
bersubsidi dinilai tidak tepat sasaran. BBM yang merupakan komoditas dimana
memegang peranan vital dalam semua aktifitas sekonomi, dengan kenaikan tersebut
maka akan memperberat beban hidup masyarakat dan berdampak menurunnya daya beli
masyarakat secara keseluruhan.
Kenaikan harga BBM
selalu menjadi kegaduhan politik dan kontroversi di Indonesia, jika dirata-rata
sepanjang usia berdirinya NKRI, setiap 1,5 tahun harga BBM selalu naik dihitung
sejak kepemimpinan Soekarno-Hatta.
Kebijakan publik
mengenai pencabutan BBM bersubsidi ini ditempuh guna mengurangi beban pada APBN
dan alokasi dari subsidi BBM, Jokowi mengatakan akan mengalihkannya pada sektor
pembangunan, pendidikan, dan masyarakat yang dengan demikian beban ekonomi yang
dirasakan masyarakat dapat ditekan. Namun pertanyaannya, apakah pengalihan
subsidi BBM akan tepat sasaran?
Subsidi BBM pada
faktanya tidak tepat sasaran dan kurang efisien karena hanya menguntungkan
beberapa pihak namun pencabutan subsidi juga akan merugikan banyak pihak
terutama masyarakat menengah kebawah.
Kita ketahui bahwa
kenaikan harga BBM sejak berdirinya NKRI selalu berakibat pada masyarakat kelas
menengah kebawah dari naiknya hampir seluruh kebutuhan baik kebutuhan primer
hingga tersier.
1.2 Rumusan Masalah
- Kebijakan apa
yang digunakan pemerintah guna mencabut subsidi BBM yang akan terealisasi
nanti?
- Bagaimana
dampaknya pada masyarakat akan dicabutnya subsidi BBM tersebut?
- Bagaimana dampak
kebijakan untuk mencabut BBM bersubsidi terhadap kebijakan fiskal?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penulis
disini adalah mengkaji seberapa besar kenaikan harga BBM terhadap masyarakat
Indonesia serta terhadap kebijakan fiskal dan meneter. Apakah ada dampaknya
atau tidak serta apakah baik atau tidak dicabutnya subsidi BBM tersebut.
1.4 Batasan Penelitian
Pada penelitian
ini penulis membatasi masalah kajian yang berkaitan dengan pencabutan subsidi
BBM yang ‘katanya’ akan diberlakukan pada tahun ini. Selanjutnya kebijakan ini
akan dikaitkan dengan APBN, dampak pada masyarakat, dampak pada kebijakan
fiskal, serta kebijakan moneter sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kebijakan Ekonomi Publik
Ilmu Ekonomi
Publik adalah cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi
khalayak ramai seperti kebijakan subsidi, pajak, regulasi, nasionalisasi,
privatisasi, ketahan-an pangan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.
Jika kita lihat
diatas, subsidi merupakan salah satu Kebikan Publik yang mana berarti kebijakan
pemerintah dalam menarik BBM bersubsidi merupakan kebijakan publik karena kebijakan ini dikatakan
untuk tujuan kepentingan masyarakat yang dilakukan berupa tindakan pemerintah.
Seperti kita ketahui
bahwa kebijakan publik sendiri:
-
Kebijakan publik dibuat
oleh pemerintah yang berupa tindakan-tindakan pemerintah.
-
Kebijakan publik baik
untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu itu mempunyai tujuan tertentu.
-
Kebijakan publik
ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
2.2 Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal
adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian
untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran
pemerintah. Kebijakan ini lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan
belanja pemerintah yang erat hubungannya
dengan pajak.
Pada anggaran
defisit kebijakan fiskal ekspansif adalah kebijakan pemerintah untuk membuat
pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian
seperti yang terjadi dalam subsidi BBM.
Jika diliat dari
pengertian tersebut maka kenaikkan BBM bukan merupakan kebijakan fiskal namun
bagian dari kebijakan itu sendiri. Kenapa? Karena melonjaknya harga BBM akan
menyebabkan pemerintah mengambil suatu kebijakan fiskal akibat adanya inflasi.
2.3 Dampak Kenaikan BBM Pada Masyarakat
Jika BBM naik maka
sejumlah barang juga akan ikut naik. Dari sektor ekonomi mastarakat, akan
berdampak menurunnya daya beli masyarakat karena kenaikan BBM akan dibarengi
dengan kenaikan tarif listrik, transportasi, dan berbagai jenis produk lainnya.
Golongan masyarakat yang sangat merasakan dampaknya adalah masyarakat miskin.
Tak hanya itu
saja, bahkan biaya pendidikan, kesehatan serta biaya penunjang lain pun
mengalami kenaikan sehingga bagi masyarakat tertentu ada yang tak menikmati
pendidikan serta kesehatan dengan layak.
Sejumlah program
yang dibuat pemerintah baru seperti 3 kartu sakti yang membantu disektor
pendidikan serta kesehatan dianggap cukup mampu membantu hanya saja faktanya
belum dapat dilihat karena pemerintahan yang baru ini baru saja berjalan
beberapa bulan. Kita harus menunggu untuk melihat hasilnya dan diharapkan hal
tersebut tidak jauh dari prakiraan atau tujuan dibuatnya program-program
tersebut serta kedepannya pemerintah dan masyarakat harus sama-sama belajar
untuk meperbaikinya.
Selanjutnya,
anggaran yang tadinya untuk subsidi BBM harus mampu dialokasikan dengan baik
yang mana akan meningkatkan ekonomi mikro. Kegiatan perdagangan untuk memenuhi
kebutuhan dalam negeri juga perlu ditingkatkan dan dipenuhi sehingga mengurangi
impor dan kemudian meningkatkan ekspor.
2.4 Pengaruh Kenaikan Harga
BBM dengan Kebijakan Moneter
Kenaikan harga BBM
mengakibatkan naiknya harga biaya produksi suatu barang atau jasa. Kebijakan
monter sendiri dapat diambil pemerintal untuk mengatasinya dengan cara:
A.
Politik Diskonto
Untuk mengatasi terjadinya inflasi, maka bank sentral harus mengurangi
jumlah uang yang beredar dengan cara bank sentral akan menaikan tingkat suku
bunga pinjaman kepada bank umum. Kebijakan ini juga disebut dengan Rediscount
Policy atau kebijakan suku bunga.
B.
Politik Pasar Terbuka (Open Market Policy)
Dalam politik pasar terbuka, bank sentral akan menjual (jika terjadi
inflasi) atau membeli (jika terjadi deflasi) surat-surat berharga kepada masyarakat,
sehingga ada arus uang yang masuk dari masyarakat ke bank sentral.
C
Menaikan Cash Ratio (Persediaan Kas)
Cash Ratio merupakan perbandingan antara kekayaan suatu bank dengan
kewajiban yang harus dibayarkan. Untuk mengatasi inflasi, bank sentral akan
menaikan cadangan kas bank-bank umum sehingga jumlah uang yang bisa diedarkan
oleh bank umum kepada masyarakat akan berkurang.
D.
Kebijakan Kredit Selektif (Selective Credit Control)
Untuk mengatasi inflasi atau mengurangi jumlah uang yang beredar di
masyarakat, maka diambil kebijakan memperketat kredit atau pinjaman bagi
masyarakat.
E.
Margin Requirements
Kebijakan ini digunakan untuk membatasi penggunaan untuk tujuan-tujuan
pembelian surat berharga.
2.5 Pengaruh Kenaikan Harga
BBM dengan Kebijakan Fiskal
Dalam kebijakan fiskal, untuk mengatasi inflasi pemerintah
harus mengatur penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan pemerintah. Dalam hal
penerimaan, pemerintah bisa menaikan tarif pajak, sehingga jumlah penerimaan
pemerintah meningkat. Kebijakan yang kedua adalah Expenditure Reducing,
yakni mengurangi pengeluaran yang konsumtif, sehingga akan mempengaruhi
terhadap permintaan (Demand Full Inflation).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kenaikan harga BBM selalu berpengaruh dengan kenaikan
harga-harga kebutuhan pokok dan kebutuhan yang lain, BBM merupakan faktor bahan
baku yang utama bagi sektor industri. Sehingga dampak kenaikan harga BBM akan
sangat dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya kalangan masyarakat kecil.
Kenaikan BBM tidak hanya menimbulkan dampak negatif saja tetapi juga
menimbulkan dampak positif seperti hematnya APBN.
Dampak yang signifikan akan terjadi pada tingkat inflasi dan
pada kondisi perekonomian nasional. Dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi
adalah akan terjadi kenaikan pada tingkat persentase inflasi. Jumlah uang yang
beredar di masyarakat akan bertambah, dan akan berdampak pula pada harga
berbagai jenis barang dan jasa. Kondisi perekonomian akan mengalami penurunan,
ketidakstabilan akan terjadi. Kebijakan pemerintah untuk mengatasi inflasi
adalah dengan menetapkan kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan kebijakan Rill namun pembahasan yang penulis buat hanya
untuk kebijakan fiskal dan moneter saja.
3.2 Saran
Diharapkan pemerintah dapat menekan laju inflasi dan
mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena dampak
yang ditimbulkannya akan sangat luas. Serta pemerintah lebih memperdulikan
kesejahteraan rakyat.
Dan untuk kita,
masyarakat sendiri harus berhati-hati dalam menggunakan BBM karena bagaimanapun
akan terlalu banyak dampak jika kita menggunakan BBM secara berlebih.
Minggu, 26 Oktober 2014
Sumber : lupa dari mana yang jelas punya orang
TEORI PERILAKU PRODUSEN
A. PRODUSEN DAN PRODUKSI
Produsen adalah orang atau suatu badan perusahaan yang berperan dalam menaikan nilai guna suatu barang atau jasa sehingga dapat menghasikan barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sedangkan Produksi adalah kegiatan mengubah suatu bahan baku atau sumber daya alam menjadi suatu barang yang dapat berguna bagi konsumen sehingga menaikkan nilai jual dan guna barang tersebut, atau sumber daya manusia yang dapat menjadi suatu jasa yang dapat berguna bagi konsumen sehingga menghasilkan nilai jual dan guna jasa tersebut.
Dalam kegiatan produksi terjadi proses perubahan bentuk atau perubahan nilai guna barang atau jasa, setelah proses selesai kemudian akan muncul outputnya yaitu suatu barang atau jasa yang bisa dijual atau dipasarkan kepada distributor untuk didistribusikan kepada konsumen atau dari produsen langsung didistribusikan kepada konsumennya.
Seperti dalam produksi Air minum dalam kemasan atau Air mineral yang diproduksi oleh sebuah perusahaan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia yaitu Aqua . Perusahaan tersebut mengambil air dari mata air murni di Babakan Pari, Gunung Salak. Kemudian mereka proses mata air tersebut dengan langkah-langkah yang telah menjadi prosedur perusahaan tersebut agar kualitas air menjadi lebih layak untuk dikonsumsi. Setelah proses selesai lalu keluarlah outputnya atau hasil dari proses tersebut yaitu air mineral dalam kemasan yang siap didistribusikan ke konsumen dan distributor. Namun dalam perilaku produsen, tidak hanya kegiatan produksi yang dijalani diatas tetapi banyak proses lain yang harus dijalani agar tercapai tujuan dari perusahaan tersebut, antara lain menghitung berapa maksimal barang yang dapat dihasilkan atau diproduksi dengan biaya seminimal mungkin sehingga terjadi keuntungan maksimal dalam perusahaan.
Guna suatu barang atau jasa yang timbul karena kegiatan produksi dapat dibedakan sbb :
1. guna bentuk (form utility).
2. guna tempat (place utility).
3. guna waktu (time utility).
4. guna kepemilikan (ownership utility).
5. guna pelayanan (service utility).
6. guna dasar (basic utility)
Permasalahan seorang produsen adalah bagaimana dengan modal yang terbatas bisa menciptakan barang dengan kualitas dan kuantitas yang cukup. Peran penting seorang produsen adalah sebagai berikut :
1. Produsen menjadi manajer yang mengkoordinasikan faktor – faktor produksi baik tenaga kerja/ L , tanah/ sumber daya alam, N, capital/ modal, bahan baku dan enterpreneur / keahlian yang ada dalam masyarakat.
2. Mempunyai insiatif dan daya kreatif untuk inovasi – inovasi baru termasuk dalam IPTEK.
3. Mengambil keputusan kebijakan bisnis.
4. Mampu menganalisis kondisi ekonomi secara makro yang sedang berlangsung dalam negara tersebut.
5. Kemampuan untuk memilih WHAT (Barang apa yang dibuat), HOW (Bagaimana cara paling efisien untuk membuatnya), WHO (Siapa yang terjun langsung dan tidak langsung dalam proses produksi), WHOM (Untuk siapa barang tersebut dibuat). Di sini diharapkan seorang produsen mempunyai kepekaan untuk melihat pasar yang paling menguntungkan.
B. FUNGSI PRODUKSI
Fungsi produksi adalah model matematis yang menunjukkan hubungan antara jumlah inputan produksi yang dipakai dengan jumlah output barang atau jasa yang dihasilkan dari proses produksi. Secara matematis dapat dinyatakan :
X = f ( A1, A2, A3,...)
X : output yang dihasilkan
(A1,A2,A3,...) : input yang dipakai
Sifat fungsi produksi terdapat dalam suatu hukum ekonomi yaitu : "The Law of Diminishing Returns" (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang). Hukum ini menyatakan bahwa jika salah satu input ditambah dengan input lain yang dianggap tetap maka hasil output dari pertambahan input tadi mula-mula akan bertambah, tetapi lama kelamaan akan menurun menurun setelah sampai pada titik maksimalnya jika input terus menerus ditambah.
Kondisi hukum diatas dapat kita liat ketika suatu produsen Tahu menambahkan jumlah kacang kedelai namun jumlah pekerja, mesin dan faktor inputan produksi lainnya dalam kondisi tetap. Jumlah tahu yang dihasilkan memang akan meningkat karena bahan baku kacang kedelai pun bertambah, tetapi ketika kacang kedelai terus menerus ditambah maka proses produksi akan menjadi semakin tidak efektif karena lama kelamaan para pekerja tidak akan sanggup mengerjakan tugas membuat tahu yang semakin banyak ,dan bahan-bahan pembuat tahu yang lain juga tidak bertambah sehingga kacang kedelai tidak semuanya dapat diproduksi menjadi tahu dan akhirnya hasil produksi akan menurun seiring berjalannya waktu produksi.
1. Faktor Produksi Alam adalah sumber daya ekonomis yang disediakan alam sebagai anugerah Tuhan.
2. Faktor Produksi Tenaga kerja adalah sumber daya tenaga yang dihasilkan individu baik bersifat jasmani maupun rohani yang ditujukan untuk produksi.
Faktor tenga kerja dilihat dari :
a. Sifatnya.
· Rohani yaitu kegiatan pencurahan pikiran dalam proses produksi, kegiatan yang lebih banyak menggunakan kemampuan berpikir. Contoh: Editor, manager dll.
· Jasmani yaitu kegiatan yang lebih mengutamakan fisik/tenaga dalam proses produksi. Contoh: sopir,petani dll
b. Kualitasnya
· Terdidik (skilled labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan formal. Contoh: Dokter,Guru dll.
· Terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pengalaman atau latihan. Contoh: Sopir,masinis dll.
· Tidak terdidik dan terlatih, yaitu tenaga kerja yang tidak memilki kepandaian atau ketrampilan tertentu tetapi lebih mengandalkan fisik. Contoh: Kuli angkut, buruh dll.
3. Faktor Produksi Modal merupakan barang yang dihasilkan dan dapat dipergunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Modal dapat digolongkan :
a. Sifatnya
• Tetap, benda/barang modal yang dapat dipergunakan lebih dari satu kali dalam proses produksi. Modal tetap dapat dibedakan atas:
- Modal yang tidak habis dipakai, yaitu berupa tanah
- Modal yang berangsur-angsur habis, yaitu bangunan, mesin dll
• Lancar, modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Contoh: bahan baku, bahan penolong dll
b. Fungsinya
• Masyarakat (social capital), modal yang mampu menghasilkan produk yang berguna untuk umum. Contoh: bus, kereta api dll
• Perorangan/Individu (personal capital), modal yang mampu menhasilkan bagi individu tertentu/ sumber pendapat. Contoh: tabungan, rumah disewakan dll
Jika kamu sudah memahami sedikit tentang faktor produksi, maka untuk selanjutnya kita perlu mengetahui apa saja kegiatan usaha produksi. Kegiatan usaha produksi ada 5 yaitu :
1. Ekstraktif : merupakan usaha untuk mendapatkan langsung persediaan alam. Misalnya: pertambangan, menebang kayu di hutan dll
2. Agraris : merupakan usaha mengolah persediaan alam. Misalnya: pertanian,perternakan dll
3. Industri : usaha mengolah bahan mentah dan bahan-bahan pembantu menjadi barang jadi/siap pakai. Misalnya: membuat tahu, kue, baju dll
4. Perdagangan : usaha memperdagangkan produk dari produsen ke konsumen. Misalnya: toko, PKL dll
5. Jasa : merupakan usaha yang melibatkan pelayanan jasa. Misalnya: jasa konsultasi, pendidikan, kesehatan, pengangkutan dll
D. PRODUKSI OPTIMAL
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal akan tercapai ketika tidak mungkin mengurangi output produksi yang lain untuk meningkatkan output.
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
1. Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2. Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
E. PENENTUAN VOLUME PRODUKSI YANG OPTIMAL DENGAN METODE ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (EPQ).
Persediaan produk dalam suatu perusahaan berkaitan dengan volume produksi dan besarnya permintaan pasar. Perusahaan harus mempunyai kebijakan untuk menentukan volume produksi dengan disesuaikan besarnya permintaan pasar agar jumlah persediaan pada tingkat biaya minimal. Menurut Yamit (2002), permasalahan itu dapat diselesaikan dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ). Metode EPQ dimaksudkan untuk menentukan besarnya volume produksi yang optimal, dalam artian cukup untuk memenuhi kebutuhan dengan biaya yang serendah-rendahnya.
Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variabel saja. Biaya variabel dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
2. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost). Menurut Handoko (2002), biaya persiapan produksi merupakan biaya yang harus dikeluarkan sebelum produksi berlangsung. Biaya ini timbul karena perusahaan memproduksi sendiri bahan baku yang akan digunakan. Biaya ini terdiri dari : a). biaya mesin-mesin menganggur, b). biaya persiapan tenaga kerja langsung, c). biaya scheduling, d).biaya ekspedisi dan sebagainya. Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
a) Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
b) Biaya modal (opportunity cost of capital)
c) Biaya keusangan
d) Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
e) Biaya asuransi persediaan
f) Biaya pajak persediaan
g) Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
h) Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
Kedua jenis biaya tersebut mempunyai hubungan dengan tingkat persediaan. Biaya persiapan produksi berbanding terbalik dengan tingkat persediaan. Biaya penyimpanan berbanding lurus dengan tingkat persediaan (Siagian, 1997). Semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk persiapan produksi, tingkat persediaan semakin kecil dan sebaliknya. Bila biaya penyimpanan semakin besar, tingkat persediaan semakin besar atau sebaliknya.
F. MOTIVASI PRODUSEN DALAM BERPRODUKSI
Dalam ekonomi konvensional, motivasi utama bagi produsen adalah mencari keuntungan material (uang) secara maksimal sangat dominan, meskipun saat ini sudah berkembang bahwasanya produsen tidak hanya bertujuan mencari keuntungan maksimal semata. Produsen adalah seorang profit seeker sekaligus profit maximizer.[2]
Strategi, konsep dan teknik berproduksi semuanya diarahkan untuk mencapai keuntungan maksimum, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Milton Friedman menunjukkan bahwa satu-satunya fungsi bisnis adalah untuk melakukan aktivitas yang ditunjukkan dalam rangka meningkatkan keuntungan.Isu yang kemudian berkembang menyertai motivasi produsen ini adalah masalah etika dan tanggung jawab sosial produsen. Keuntungan maksimal telah menjadi sebuah insentif yang teramat kuat bagi produsen untuk melaksanakan produksi.
Akibatnya motivasi untuk mencari keuntungan maksimal seringkali menyebabkan produsen mengabaikan etika dan tanggung jawab sosialnya, meskipun mungkin tidak melakukan pelanggaran hukum formal, misalnya dalam rangka menekan biaya dalam pengolahan limbahnya, suatu pabrik membuang sisa hasil produksinya ke sungai. Atau seorang pengusaha di bidang perhutanan yang menebang pohon-pohon tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap kelestarian hutan terutama hutan sebagai penampung air yang pada jangka panjang dapat menyebabkan bencana bagi manusia.
Dalam pandangan ekonomi Islam, motivasi produsen semestinya sejalan dengan tujuan produksi dan tujuan kehidupan produsen itu sendiri. Jika tujuan produksi adalah menyediakan kebutuhan material dan spiritual untuk menciptakan maslahah, maka motivasi produsen tentu saja jua mencari maslahah, dimana hal ini juga sejalan dengan tujuan kehidupan seorang muslim. Produsen dalam pandangan ekonomi Islam adalah mashlahah maximizer, mencari keuntungan melalui produksi dan kegiatan bisnis lain tidak dilarang sepanjang berada dalam bingkai tujuan dan hukum Islam, hal ini telah tercantum dalam rancang bangun ekonomi Islam dimana salah satunya adalah ma’ad atau return.
DAFTAR PUSTAKA
http://bagus.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9993/Slide_BAB_V.ppt
http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/.../mikro-5-perilaku-produsen-nuhfil.pdf
http://ahmadsubagyo.com/...mikro/05-TEORI-PRODUKSI-1-DAN-2.pdf
http://dwizeru.wordpress.com/2011/05/28/perilaku-produsen/
http://ambrosiusnurhadiprasetyo.blogspot.com/2012/03/perilaku-produsen.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/produksi-optimal/
http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/.../mikro-5-perilaku-produsen-nuhfil.pdf
http://ahmadsubagyo.com/...mikro/05-TEORI-PRODUKSI-1-DAN-2.pdf
http://dwizeru.wordpress.com/2011/05/28/perilaku-produsen/
http://ambrosiusnurhadiprasetyo.blogspot.com/2012/03/perilaku-produsen.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/produksi-optimal/
http://nengverra.blogspot.com/2010/04/perilaku-konsumen-dan-produsen.html
http://moh-angscorp.blogspot.com/2012/03/teori-perilaku-produsen-dan-biaya.html
Langganan:
Postingan (Atom)
Earning Per Share
a. Definisi Earning Per Share Earning Per Share (EPS) atau pendapatan perlembar saham adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberik...
-
The MAGIC CANDLE One day, a young wanderer got lost in the wood. Suddenly he saw a light from an old hut. He knocked at the doo...
-
a. Definisi Earning Per Share Earning Per Share (EPS) atau pendapatan perlembar saham adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberik...
-
Hadits Marfu, Mauquf, dan Maqthu A. Hadits Marfu Hadits marfu adalah hadits yang khusus disandarkan kepada Nabi saw berupa per...